Konflik Rusia Vs Ukraina
Pasukan Terjun Payung Rusia Lari ke Perancis, Pasukan Ukraina Pukul Mundur Tentara Rusia
Tentara terjun payung Rusia, Pavel Filatiev, tiba di Perancis untuk mencari suaka politik
“Selama beberapa bulan pertama saya terkejut, saya berkata pada diri sendiri bahwa itu tidak benar.
Pada akhir tahun, saya menyadari bahwa saya tidak ingin bertugas di tentara seperti ini.
Baca juga: Amerika Serikat Akan Kirim VAMPIRE ke Ukraina, Bakal Jadi Andalan untuk Hancurkan Drone Rusia
” Tapi dia tidak mengundurkan diri sebelum serangan ke Ukraina dimulai, dan mendapati dirinya maju dengan unitnya ke selatan negara tetangga.
“Jika tentara sudah berantakan di masa damai, korup dan apatis, jelas bahwa di masa perang, dalam pertempuran, ini akan lebih menonjol dan kurangnya profesionalisme bahkan lebih jelas,” kata Filatiev.
Angkatan bersenjata Ukraina terus menyerang pasukanpasukan Rusia yang berkelompok di selatan sejak Senin (29/8/2022).
Laporan tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan Inggris dalam pembaruan informasi intelijen melalui Twitter pada Rabu (31/8/2022).
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, formasi dari pasukan Ukraina berhasil memukul pasukan Rusia untuk mundur di beberapa wilayah.
Pasukan Ukraina, lanjut Kementerian Pertahanan Inggris, cukup berhasil mengeksploitasi pertahanan Rusia yang relatif tipis, sebagaimana dilansir Reuters.
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, pasukan Ukraina melancarkan serangan balik via darat untuk merebut kembali wilayah Ukraina selatan yang diduduki Moskwa.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky lantas memperingatkan tentara Rusia untuk menyelamatkan diri, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Selasa (30/8/2022).
Pada Senin, Ukraina mengumumkan bahwa pasukan daratnya melancarkan serangan untuk kali pertama setelah mengirim beberapa serangan udara di jalur pasokan Rusia.
Serangan- serangan udara yang sebelumnya telah dilancarkan Ukraina menyasar berbagai target, termasuk tempat tempat pembuangan amunisi dan jembatan di seberang Sungai Dnieper yang penting secara strategis.
“Jika mereka ingin bertahan, sudah waktunya bagi militer Rusia untuk melarikan diri.
Pulanglah,” kata Zelensky dalam pidato larut malam. (kompas.com)
Baca juga: Turki Tuduh Yunani Ganggu Jet Tempurnya, Gunakan Sistem Pertahanan Udara Rusia
Baca juga: Rusia Rudal Kereta Militer, 200 Tentara Ukraina Tewas