Breaking News:

Kesehatan

Bahaya Mencuci Telur Sebelum Disimpan, Ini Penjelasan dr Tn Shot Yen Lengkap Cara Menyimpannya

Di masa sekarang ini, kita jadi lebih awas pada kebersihan makanan yang kita konsumsi, termasuk telur yang kita beli di pasaran.

Editor: Firdha Ustin
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Telur ayam ras di Aceh Singkil, dijual Rp 50 ribu per lempeng isi 30 butir, Senin (22/8/2022) 

Bahaya Mencuci Telur Sebelum Disimpan, Ini Penjelasan dr Tn Shot Yen Lengkap Cara Menyimpannya

SERAMBINEWS.COM - Di masa sekarang ini, kita jadi lebih awas pada kebersihan makanan yang kita konsumsi, termasuk telur yang kita beli di pasaran.

Bagi sebagian orang, mencuci telur dilakukan agar terhindar dari virus dan bakteri.

Namun, dalam kasus beberapa makanan, mencuci telur justru tidak menghasilkan apa-apa.

Telur salah satu bahan pangan yang sangat mudah ditemui di pasar dengan harga yang terjangkau.

Banyak orang menyukai telur. Pasalnya, telur sangat mudah diolah belum lagi kandungan nutrisi di dalamnya.

Dikutip Serambinews.com dari kanal YouTube Tribunnews dalam program Malam Minggu Sehat yang tayang pada 25 September 2021 lalu, dr Tan Shot Yen selaku ahli gizi tidak menyarankan mencuci telur.

Baca juga: Resep Telur Dadar Nugget & Mie Instan Carbonara Ala Chef Devina, Bisa Jadi Ide Bekal Anak ke Sekolah

Pasalnya kata dia, mencuci telur dapat mempermudah bakteri masuk ke dalam cangkang telur.

"Saya menghibau kepada ibu-ibu dan bapak-bapak, jangan sekali-kali mencuci telur. Ketika telur dicuci, bakteri yang ada di luar cangkang telur akan masuk ke dalam melalui pori-pori. Dengan begitu, telur akan tercemar," kata dr Tan Shot Yen, yang merupakan filsuf ahli gizi komunitas.

Salah satu bakteri yang dikhawatirkan dan berbahaya pada cangkang telur adalah bakteri salmonella.

Bakteri ini bisa dengan mudah menular melalui makanan hingga menyebabkan terjadinya keracunan makanan.

Bakteri salmonella tersebut umumnya berada di indung telur ayam.

Saat ayam mengelurkan telurnya, bakteri tersebut dapat terbawa dan melekat pada telur.

Baca juga: Harga Telur Ayam di Aceh Besar Naik, Berikut Harga Telur Ayam Biasa dan Super

Saat mencuci telur, selaput pelindung tersebut dapat mengalami kerusakan.

Akibatnya, salmonella yang berada di kulit luar telur bisa masuk dari pori-pori telur yang sudah terbuka usai dicuci.

Hal tersebut tentunya dapat menimbulkan penyakit.

Agar terhindar dari banyaknya bakteri pada cangkang telur, disarankan saat membeli telur pilihlah telur yang bersih lalu simpanlah telur diruangan yang sejuk tanpa mencucinya

Dalam vidio tersebut, lebih lanjut dr Tan Shot Yen mengatakan manfaat lainnya dari telur

Ia mengungkap bahwa telur merupakan representatif dari protein sempurna.

Telur juga memiliki asam amino yang lengkap dan juga telur sangat bagus sebagai MPASI untuk balita yang baru belajar makan.

Baca juga: Intip Resep Ini, Cocok Jadi Sajian Lebaran, Kue Coklat Kering Tanpa Telur dan Cetakan

Jika Makan Telur Setiap Hari Bisa Bikin Bisulan, Benarkah?

Telur salah satu menu yang banyak disukai anak-anak.

Apalagi pagi hari telur kerap menjadi sajian sarapan pagi karena cepat dan mudah disajikan.

Sejumlah orang mengatakan, makan telur setiap hari bisa memicu tumbuhnya bisul, benarkah demikian?

Munculnya bisul kerap dikaitkan dengan konsumsi telur yang berlebihan.

Anggapan makan telur bisa memicu bisul, sampai saat ini masih banyak dipercaya oleh sejumlah orang.

Padahal telur merupakan sumber protein hewani yang paling mudah didapatkan.

Makan telur juga dapat membantu melawan infeksi dan memperkuat pertunbuhan rambut maupun kuku.

Namun adanya anggapan telur bisa menyebabkan bisul, membuat sejumlah orang enggan mengonsumsumsinya.

Apakah kamu termasuk orang yang enggan mengonsumsi telur karena takut bisulan?

Lantas benarkah makan telur bisa bikin bisulan?

Apa itu bisul?

Saat pertama muncul, bisul terlihat hanya berupa benjolan berwarna kemerahan atau ungu, serta lunak.

Lama-kelamaan, benjolan tersebut akan semakin membesar dan mulai terisi oleh nanah.

Dalam kondisi seperti inilah bisul akan terasa sangat perih jika tidak sengaja tersentuh atau tertekan.

Bisul paling sering ditemukan di wajah, bagian belakang leher, ketiak, paha, dan bokong.

Penyebab utama bisul adalah bakteri Staphylococcus aureus, yang bisa dengan mudah dijumpai di kulit dan bagian dalam hidung.

Bakteri ini akan masuk dengan mudah dan menyebabkan infeksi, saat ada luka goresan di kulit.

Cuma Mitos

Melansir Buku Ajar Ilmu Kesehatan: Memahami Gejala, Tanda, dan Mitos (2019) oleh Dr. dr. Umar Zein, DTM&H., Sp.PD., KPTI., FINASIM dan dr. Emir El Newi, Sp.M, terkait anggapan makan telur bisa menimbulkan bisul, hal ini belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Namun, bersama susu, cokelat, ikan, kacang, kerang, udang, dan gandum, telur memang termasuk makanan yang paling sering menimbulkan alergi.

Seseorang yang punya alergen telur atau alergi terhadap telur bisa saja terkena ruam-ruam merah di kulit seperti bisul maupun gejala alergi lainnya.

Melansir Journal of Agricultural and Food Chemistry, gejala alergi telur biasanya berupa sakit kepala, mual, dan ruam-ruam kemerahah di kulit.

Sementara, orang yang sehat atau tidak punya alergi terhadap telur, makan telur tak akan menyebabkan timbulnya ruam-ruam atau bintik merah yang dianggap sebagai bisul.

Telah dijelaskan juga bahwa penyebab bisul adalah bakteri yang masuk ke dalam luka kemudian menimbulkan infeksi. Bukan karena terlalu sering makan telur.

Jadi, anggapan yang selama ini berkembang mengenai telur dapat sebabkan bisul bisa dikatakan hanya sebagai mitos. ( Serambinews.com/Suci Muliani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved