Breaking News:

Internasional

Bantuan Kemanusian Banjiri Pakistan, Korban Tewas Sudah Melebihi 1.200 Orang

Pesawat yang mengangkut pasokan bantuan terus melintasi bandara udara kemanusiaan Pakistan yang dilanda banjir parah.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Korban banjir di Provinsi Sistan-Baluchistan, Pakistan melewati banjir untuk mengungsi ke tempat lebih aman. 

SERAMBINEWS/C0M, ISLAMABAD - Pesawat yang mengangkut pasokan bantuan terus melintasi bandara udara kemanusiaan Pakistan yang dilanda banjir parah.

Jumlah korban tewas sudah melewati 1.200 orang, kata para pejabat Jumat (2/9/2022), dengan keluarga dan anak-anak berisiko khusus terkena penyakit dan tunawisma.

Penerbangan kesembilan dari Uni Emirat Arab dan yang pertama dari Uzbekistan menjadi yang terakhir mendarat di Islamabad pada Kamis (1/9/2022) malam.

Sedangkan operasi penyelamatan yang didukung militer di tempat lain di negara itu mencapai lebih dari 3 juta orang yang terkena dampak bencana.

Beberapa pejabat menyalahkan musim hujan yang tidak biasa dan banjir pada perubahan iklim.

Termasuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang awal pekan ini meminta dunia untuk berhenti berjalan sambil tidur melalui krisis mematikan itu.

Baca juga: Raja Salman dan MBS Sampaikan Belasungkawa ke Presiden Pakistan, Korban Banjir Sudah 1.000 Lebih

Kementerian Luar Negeri Pakistan, Jumat (2/9/2022) mengatakan pesawat mengangkut makanan, obat-obatan dan tenda.

Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif telah merencanakan untuk melakukan perjalanan ke UEA pada Sabtu (3/9/2022).

Tetapi ia menunda perjalanan untuk mengunjungi daerah-daerah yang dilanda banjir di dalam negeri.

Sejauh ini, Pakistan telah menerima bantuan dari China, Arab Saudi, Qatar, Turki, Uzbekistan, UEA dan beberapa negara lainnya.

Pekan ini, Amerika Serikat juga mengumumkan untuk memberikan bantuan senilai $30 juta untuk para korban banjir.

Pakistan menyalahkan perubahan iklim atas hujan lebat baru-baru ini yang memicu banjir.

Asim Iftikhar, juru bicara Kementerian Luar Negeri, mengatakan pada jumpa pers mengatakan krisis telah memberikan kredibilitas pada peringatan perubahan iklim dari para ilmuwan.

Baca juga: Banjir Bandang Pakistan Tewaskan 1.000 Orang Lebih, Disebut Bencana Kemanusiaan Terburuk Dekade Ini

"Ini bukan konspirasi, ini kenyataan dan kita harus berhati-hati," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved