Breaking News:

Berita Banda Aceh

Febri Nurrahmi, Dosen Ilmu Komunikasi USK Raih Juara Kompetisi 3MT, Ajang Bergengsi di Australia

3MT Competition adalah kompetisi bergengsi di kalangan mahasiswa doktoral dimana mereka diminta mempresentasikan disertasinya maksimal 3 menit.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Febri Nurrahmi Dosen Ilmu Komunikasi USK Raih Juara Bergengsi di Australia 

Febri Nurrahmi, Dosen Ilmu Komunikasi USK Raih Juara Kompetisi 3MT, Ajang Bergengsi di Australia

SERAMBINEWS.COM - Febri Nurrahmi, dosen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala ( USK) berhasil meraih juara 2 di kampus Australia dalam ajang Three Minute Thesis (3MT) Competition yang berlangsung pada Kamis (1/9/2022).

Three Minute Thesis (3MT) Competition adalah kompetisi bergengsi di kalangan mahasiswa doktoral dimana mereka diminta mempresentasikan disertasinya dalam waktu maksimal 3 menit.

Kegiatan 3MT ini diinisiasi oleh The University of Queensland tahun 2008 sekaligus pemegang merek dagang terdaftar atas penggunaan logo dan merek Three Minute Thesis (3MT®).

Awalnya, Febri mengikuti ajang Three Minute Thesis (3MT) Competition ini dimulai dari level fakultas.

"Sebelumnya saya mengikuti ajang 3MT Competition dimulai dari level fakultas. Juara di setiap fakultas akan bertanding di level universitas," kata Febri kepada Serambinews.com, Jumat (2/9/2022).

Sebagai juara 1 3MT di fakultasnya, Febri harus mewakili fakultasnya untuk berkompetisi dengan 9 juara dari fakultas lainnya pada La Trobe University 3MT Championship pada (1/9/2022) dan mendapat juara 2 3MT di universitas.

Baca juga: Begini Cara Dosen Unsam Lakukan Pendampingan Warga Memproduksi Tauco

Nantinya, masing-masing juara di level universitas akan menjadi perwakilan universitas untuk bertanding di 3MT Asia Pasifik yang melibatkan universitas-universitas di Australia, New Zealand, Asia Tenggara, dan Asia Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Febri dalam presentasi 3 menitnya membahas bagaimana bias media barat dalam pemberitaan syariat Islam di Aceh.

Febri menunjukkan kepada audiens yang notabene adalah orang barat dan non muslim bahwa media barat mengidentikkan syariat Islam di Aceh dengan cambuk, sehingga memberikan kesan yang negatif terhadap syariat Islam.

Kemudian Febri menjelaskan definisi syariat dalam Islam.

Ia juga membahas perbedaan pemberitaan media Aceh tentang syariat dan bagaimana syariat Islam bagi masyarakat.

Baca juga: Lima Dosen USK Menangkan Hibah World Class Professor 2022, Salah Satunya Mantan Rektor

Di akhir presentasinya, ia menyarankan media untuk mengambil narasumber dari dalam untuk memahami syariat Islam secara utuh.

Febri juga menekankan bahwa untuk memahami syariat Islam secara utuh haruslah dari kacamata orang yang hidup dengan syariat itu sendiri.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved