Breaking News:

Berita Kutaraja

KPPU Awasi Kenaikan Harga Bahan Pokok Pasca Kenaikan BBM, Cegah Perilaku Kartel dan Monopoli 

"Terlebih untuk kelompok jenis barang dan jasa yang produsennya menjadi kelompok yang menguasai barang dan jasa di pasar," tambah dia.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Kepala Kanwil I KPPU, Ridho Pamungkas 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU) mewanti-wanti pelaku usaha untuk tidak menjadikan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sebagai kedok menaikkan harga komoditas pangan dan komoditas lain secara tidak wajar.  

"Untuk mencegah terjadinya lonjakan harga yang terbentuk karena perilaku kartel atau monopoli, KPPU akan mengawasi tata niaga barang dan jasa," kata Kepala Kanwil I KPPU, Ridho Pamungkas dalam keterangan tertulisnya kepada Serambinews.com, Minggu (4/9/2022). 

"Terlebih untuk kelompok jenis barang dan jasa yang produsennya menjadi kelompok yang menguasai barang dan jasa di pasar," tambah dia.

KPPU, lanjut Ridho, nantinya akan melakukan hitung-hitungan harga produk barang dan jasa untuk menilai apakah peningkatan harga barang dan jasa yang dijual sebanding dengan kenaikan harga BBM atau biaya transportasi. 

Sehingga akan ada indikasi awal yang bisa dijadikan patokan untuk menelusuri dugan-dugaan praktik kartel dalam menentukan harga barang dan jasa setelah kenaikan harga BBM itu sendiri.

Di samping pengawasan, KPPU Kanwil I juga akan ikut mengkaji penyederhanaan rantai pasok dan jalur distribusi bahan pokok sehingga dapat menahan laju inflasi. 

Baca juga: Kecam Kenaikan BBM Subsidi, IMM Aceh Instruksikan Kader Kibarkan Bendera di Simpang Jalan Utama

"Pemerintah juga dapat mengantisipasi kenaikan harga pangan dengan mengalihkan subsidi atau insentif lain pada angkutan distribusi bahan pangan," ujarnya.(*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved