Breaking News:

Kupi Beungoh

MENGENANG BUTA AKSARA 2022, Salam Literasi Ayo Membaca

Peringatan mengenai hari aksara, bertujuan untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya budaya literasi.

Editor: Amirullah
Dok Pribadi
Anggota Komisi III DPR-RI M Nasir Djamil 

Oleh : M Nasir Djamil

UNESCO  menetapkan tanggal 8  September 1964 sebagai  Hari  Aksara  Internasional  (HAI) atau dikenal dengan hari Literasi sedunia.

Peringatan mengenai hari aksara, bertujuan untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya budaya literasi.

Tentu  aneh  jikalau  masih  ada  Sebagian rakyat Indonesia yang masih buta aksara di era disrupsi 5.0 ini.  

Tetapi buta aksara tersebut disebabkan oleh minimnya tingkat Pendidikan yang mengantar sebagian masyarakat terkhusus Aceh dalam mengenal huruf-huruf bacaan dan menulis.

Selain itu Aksara dikenal sebagai alat komunikasi, baik lisan maupun tulisan. Keberadaan akasara, membuat manusia dapat mengetahui dunia seisinya tanpa mengalaminya secara langsung dan secara nyata.

Dari segi kebudayaan, aksara merupakan alat mengomunikasikan adat-istiadat, melalui Bahasa adat dan di aetkan dalam bentuk artefak maupun prasasti.

Baca juga: Ini Sederet Amalan Sunah Hari Jumat: Membaca Surat Al Kahfi, As Sajadah, Shalawat Nabi Muhammad

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), aksara adalah sistem tanda grafis yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dan sedikit banyaknya mewakili ucapan.

Istilah lain untuk menyebut aksara ialah huruf atau abjad (dalam bahasa Arab) yang dimengerti sebagai lambang bunyi (fonem). Aksara dikenal juga dengan “sistem tulisan”

Dilansir dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat jumlah penduduk Aceh 5,33 juta jiwa pada Juni 2021.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved