Breaking News:

Internasional

Pengungsi Suriah Mulai Dibenci Warga Turki, Kejahatan Terus Meningkat, Termasuk Pembunuhan

Pengungsi Suriah, yang pernah disambut dengan tangan terbuka di Turki, kini hidup dalam ketakutan.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang ibu memeluk kedua anaknya di kamp pengungsi Suriah di Turki. 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Pengungsi Suriah, yang pernah disambut dengan tangan terbuka di Turki, kini hidup dalam ketakutan.

Mereka mulai menjadi target kejahatan rasial, termasuk pembunuhan.

Banyak yang percaya mereka digunakan sebagai pengaruh politik dalam pemilihan Turki yang dijadwalkan tahun 2023 mendatang

Seperti nasib seorang remaja Suriah, Fares Elali menjadi salah satu korban terbaru dari serangan balasan dengan ditikam sampai mati di Provinsi Hatay, Turki Selatan.

Remaja 17 tahun, yang ayahnya meninggal saat konflik Suriah pada 2011, berhasil mendapatkan tempat untuk belajar kedokteran di universitas Turki dan berambisi menjadi dokter.

Tetapi, saat ini, jenazahnya akan dipindahkan ke Provinsi Idlib, baratlaut Suriah.

Elali telah bekerja di sebuah pabrik kue tomat dan diduga tewas dalam serangan balas dendam menyusul perselisihan dengan seorang pekerja wanita.

Dilansir Arab News, Selasa (6/9/2022), Turki telah menjadi rumah bagi sekitar 3,6 juta pengungsi Suriah yang terdaftar, menjadi pengungsi terbesar di dunia.

Baca juga: Ranjau Tewaskan Empat Bersaudara di Suriah, Keluarganya Pindah ke Rumah Kosong

Serangan rasial fisik dan verbal terhadap mereka terus meningkat di Turki di tengah meningkatnya inflasi dan tingkat biaya hidup yang telah memicu sikap bermusuhan terhadap orang asing.

Penurunan ekonomi negara telah melihat tingkat inflasi resmi mencapai 80,2 persen dan yang tidak resmi lebih dari 181 persen.

Dengan pemilihan parlemen dan presiden Turki di cakrawala, masalah pemulangan 1 juta warga Suriah kembali ke Suriah utara telah menjadi topik hangat dalam politik domestik.

Beberapa tokoh oposisi sayap kanan telah memanfaatkan kebencian yang tumbuh dengan berjanji untuk mengirim warga Suriah kembali ke tanah air mereka.

Tidak ada angka resmi terkait serangan kekerasan terhadap pengungsi Suriah di Turki.

Tetapi pada bulan Juni 2022, dua pemuda Suriah bernama Sultan Abdul Baset Jabneh dan Sherif Khaled Al-Ahmad dilaporkan dibunuh oleh massa Turki yang marah dalam insiden terpisah di Istanbul.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved