Breaking News:

Mihrab

Islam Larang Perusakan Fasilitas Publik

Fasilitas publik harus mendapat perhatian semua pihak untuk dijaga, dirawat dan diperindah dengan baik

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Pengurus DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Burhanuddin SPdI MA. 

BANDA ACEH – Dalam pekan ini, ada sejumlah peristiwa perusakan terjadi di masyarakat Aceh.

Seperti perusakan fasilitas publik pada Stadion H Dimurthala dan aksi demo kenaikan BBM di depan Gedung DPR Aceh, Rabu (7/9/2022).

Hal itu tentunya tidak diinginkan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, orang tua dan bahkan pelaku sendiri.

Menurut Ma’had Aly angkatan pertama IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, Tgk Burhanuddin Al-Khairy MA, fasilitas publik harus mendapat perhatian semua pihak untuk dijaga, dirawat dan diperindah dengan baik.

Hal itu, kata dia, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-A’raf ayat 56 yang artinya “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi setelah (diciptakan) dengan baik”.

Pemahaman terhadap ayat ini bersifat umum dan luas.

Seperti merusak pergaulan, jasmani, fisik, perasaan, pikiran, dan jiwa orang lain, kehidupan dan sumber-sumber penghidupan (pertanian, perdagangan, fasiltas pubik dan lain-lain), merusak lingkungan dan lain sebagainya.

“Salah satu aspek dari larangan yang terdapat pada ayat tersebut adalah berhubungan tentang penjagaan dan larangan merusak fasilitas publik,” ujar Tgk Burhan yang juga dosen STAI Tgk Chik Pante Kulu.

Menurutnya, perusakan fasilitas publik yang terjadi akibat dari situasi dan kondisi yang melatarbelakanginya.

Baca juga: Jelang Laga Persiraja vs PSKC Cimahi, Fasilitas di Lampineung yang Rusak Sudah Dibenahi

Baca juga: Pemko Sabang Dukung Penuh Fasilitas Endorsement di Kawasan Bebas Sabang

Misalnya, karena tersulut kemarahan, emosi, dan provokasi sangat dimungkinkan terjadi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved