Breaking News:

Kemenkominfo Kampanyekan Pola Hidup Bersih dan Sehat di Provinsi Aceh untuk Turunkan Stunting

Provinsi Aceh terus berupaya menurunkan angka prevalensi stunting, salah satunya melalui kampanye pola hidup bersih dan sehat.

Dok. Humas Kemenkominfo
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Yuanita Ananda bersama Lula Kamal hadir dalam Diseminasi Informasi dan Edukasi Percepatan Penurunan Stunting bertajuk Kepoin GenBest: Penuhi Nutrisi untuk Generasi Berprestasi di Banda Aceh, Kamis (8/9/2022). 

SERAMBINEWS.COM – Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (IKPMK) Direktorat Jenderal (Ditjen) Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Wiryanta mengatakan, kesehatan dan pendidikan adalah hak dasar manusia, sehingga pemerataan kesehatan adalah kewajiban yang harus dilakukan untuk mendukung sektor pendidikan guna menciptakan SDM yang unggul dan berprestasi.

“Pemerintah telah menargetkan angka prevalensi stunting Indonesia pada 2024 dapat turun menjadi 14 persen. Maka dari itu, perlu adanya kerja keras bersama dari berbagai pihak dan stakeholder terkait,” jelas Wiryanta dalam keterangan persnya, Jumat (9/9/2022).

Hal itu disampaikan oleh Wiryanta dalam acara Diseminasi Informasi dan Edukasi Percepatan Penurunan Stunting bertajuk Kepoin GenBest: Penuhi Nutrisi untuk Generasi Berprestasi di Banda Aceh, Kamis (8/9/2022).

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), kata Wiryanta, Kemenkominfo telah melakukan berbagai upaya, salah satunya menekan angka stunting dengan mengkampanyekan pesan kepada masyarakat.

Baca juga: Sukseskan Program GISA, Pj Bupati Aceh Singkil Temui Anak Stunting

“Kemenkominfo terus berupaya dengan menyiapkan kampanye pesan penerapan pola hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari agar terbebas dari stunting,” kata Wiryanta.

Sebagai informasi, menurut Laporan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, Provinsi Aceh masuk ke dalam peringkat tiga besar provinsi dengan angka prevalensi stunting tertinggi nasional pada 2021, yakni 33,2 persen anak balita mengalami stunting.

Adapun angka paling tinggi berada di Kabupaten Gayo Lues, yakni 42,9 persen dan paling rendah berada di Kota Banda Aceh, yakni 23,4 persen.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Yuanita Ananda mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh terus melakukan berbagai program percepatan untuk menurunkan stunting.

Adapun cara yang dilakukan dengan peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap untuk anak usia di bawah lima tahun (balita) melalui Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh (GISA).

Baca juga: Kunker ke Nagan Raya, Sekda Aceh Evaluasi Dana Desa dan Program Pencegahan Stunting

“Kita berada di peringkat nomor tiga tertinggi se-Indonesia. Jadi, Pemprov Aceh sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) gubernur untuk percepatan penurunan angka stunting dengan menetapkan pihak-pihak yang terlibat dalam program tersebut,” ungkap Yuanita.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved