Breaking News:

Kupi Beungoh

Membawa Penikmat Kopi dari Singapore Langsung ke Tanoh Gayo, Mungkinkah?

Berharap siapapun penikmat kopi bisa langsung datang ke Tanoh Gayo..semoga bisa diwujudkan...Aamiin..

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR
Muslim Armas, pengusaha nasional asal Pidie yang menjabat sebagai Ketua Umum Syarikat Alumni Institut Teknologi Bandung (SA-ITB). 

Sehingga saya harus terbang dari Jakarta transit di Kualanamu, baru melajutkan penerbangan ke Silangit.

Seiring perjalanan waktu, pembenahan terus dilakukan dan ketika daerah Tapanuli Utara semakin berkembang, Silangit terus berbenah hingga saya bisa langsung terbang ke Silangit dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda, Batik, Citilink dan Sriwijaya Air.

Sebelum pandemi Covid-19, saya sering terbang langsung ke Silangit karena ada pekerjaan di pabrik Pulp di Porsea.

Penerbangannya selalu penuh, karena orang yang ingin berwisata ke Danau Toba, kini tidak perlu lagi harus transit di Kualanamu.

Bahkan, dari Kuala Lumpur dan Singapore pun bisa langsung ke Silangit karena sudah berstatus Bandara Internasional.

Dari awalnya beratap seng, Silangit kini telah menjadi bandara modern.

Dari Silangit, hotel-hotel berbintang pun bermunculan di Kabupaten Tapanuli Utara.

Kalau Silangit bisa, kenapa kita tidak? Kalau bicara potensi wilayah, apa yang kurang dari Dataran Tinggi Gayo? Apalagi ada Kopi Gayo yang terkenal di dunia.

Awalnya, banyak orang beranggapan Bandara Silangit tidak profitable untuk dikembangkan sebagai bandara internasional.

Seharusnya yang dikembangkan adalah Bandara Sibisa yang hanya berjarak 10 kilometer dari Kota Parapat yang telah lama dikenal sebagai tempat wisata.

Untuk sekedar diketahui, Kecamatan Siborong-borong, tempat Bandara Silangit berada, tidak jauh dari kampung halaman  orang penting di Republik ini.

Presiden dan berbagai menteri bergantian datang ke Siborong-borong ini meresmikan berbagai fasilitas sarana prasarana untuk menunjang wisata Danau Toba bahkan sampai dibentuk khusus Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT) yang anggaran infrastrukturnya triliunan rupiah setiap tahun didrop dari pusat.

Pelajaran penting dari Silangit adalah, selain mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana, butuh lobi kuat ke pusat untuk menjadikan Bandara Rembele sebagai bandara internasional.

Bicara tentang potensi wisata, saya pikir potensi yang dimiliki Tanoh Gayo masih lebih unggul dari seluruh daerah di Pulau Sumatera.

Apalagi masyarakat Gayo juga sangat ramah kepada pendatang, punya warisan kesenian yang mendunia, selain juga pemerintah kabupaten di sana, harus terus menggalakkan pentingnya memperhatikan kebersihan, untuk memikat hati wisatawan.

Jika sudah pernah ke Tanoh Gayo, Saya yakin Anda pasti punya keinginan untuk kembali lagi.

Tanoh Gayo adalah anugerah Allah untuk Aceh, maka sudah saatnya kita bergandengan tangan agar anugerah ini benar-benar membawa keberkahan dan kesejahteraan, bukan hanya bagi masyarakat di Dataran Tingi Gayo, tapi juga bagi Aceh secara keseluruhan. SEMOGA

*) PENULIS adalah Ketua Syarikat Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Ketua Umum Keluarga Ureung Pidie (KUPI). Berdomisili di Jakarta.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved