Breaking News:

Berita Politik

Suharso Batalkan Penunjukan Mardiono Sebagai Plt Ketum PPP, Sudah Sesuai AD/ART

Kubu Suharso Monoarfa menggelar rapat pengurus harian untuk membatalkan hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas)

Editor: bakri
dok.PPP
Suharso Monoarfa 

"Insyaallah kesemuanya sudah lengkap memenuhi apa yang di atur dalam AD ART PPP sebagaimana yang dokumennya sudah di sampaikan ke Kemenkumham," tutur Mardiono, Kamis (8/9/2022).

Kemarin kantor DPP PPP dihiasi puluhan karangan bunga ucapan selamat untuk Mardiono yang ditunjuk menjadi Plt Ketua Umum PPP.

Puluhan karangan bunga itu diletakkan di depan pintu masuk DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat.

Karangan bunga dikirimkan oleh para kader, simpatisan partai DPW se-Indonesia, para santri se-Indonesia, hingga Front Kader Penyelamat Partai (FKPP).

"Selamat kepada Bapak Mardiono selaku Plt Ketua Umum DPP PPP 2020-2025," tulis salah satu ucapan karangan bunga dari Kader dan Simpatisan DPW PPP Sumut.

Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil musyawarah kerja nasional (mukernas), Muhammad Mardiono, mengungkapkan aturan dalam AD/ART partai yang melegitimasi pemberhentian Suharso Monoarfa dari jabatan Ketua Umum.

Baca juga: PPP Ajukan Kepengurusan Baru ke Kemenkumham, Hanya Ketua Umum Suharso Monoarfa yang Diganti

Baca juga: Suharso Dicopot Karena Amplop Kiai, Ketua DPP PPP: Mukernas Ini Menyimpang

Dia menyebut dasar hukum untuk mengganti Suharso tertuang dalam pasal 11 ayat 1 poin b AD/ART.

Bagian ini mengatur pemberhentian anggota dewan pimpinan.

Di dalamnya, disebutkan pemberhentian dapat dilakukan jika berhalangan tetap karena sakit atau hal lain yang ditetapkan berdasarkan putusan dan/atau pendapat hukum Mahkamah Partai DPP PPP.

Klausa pendapat hukum Mahkamah Partai inilah yang dijadikan dasar untuk memberhentikan Suharso.

Mulanya, kata Mardiono, terdapat sejumlah masalah yang mengisi ruang publik.

Selain itu, muncul kegelisahan dari para kader partai di berbagai tingkatan yang disampaikan kepada para Majelis Tinggi.

Salah satunya, kata dia, susahnya berkomunikasi dengan ketua umum, Suharso Monoarfa.

“Dialog dan diskusi mengemuka soal susahnya berkomunikasi dengan ketua umum.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved