Breaking News:

Video

VIDEO Muslim, Menyulap Sampah Pantai Menjadi Produk Seni

Bahkan ketika pertama kali melihat, banyak yang mengira merupakan anak penyu asli yang diawetkan.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Yuhendra Saputra

Laporan: Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Muslim penduduk Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, berhasil sulap sampah kayu jadi kerajinan bernilai ekonomis.

Lewat tangan kreatifnya potongan kayu di pinggir pantai diukir menjadi replika tukik (anak penyu). Hebatnya ia hanya menggunakan alat seadanya, namun hasil karyanya sangat mirip dengan aslinya.

Bahkan ketika pertama kali melihat, banyak yang mengira merupakan anak penyu asli yang diawetkan.

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Singkil, Marthunis, mengatakan hasil karya Muslim bisa menjadi cendramata khas Pulau Banyak.

Muslim mengolah potongan kayu sepanjang 20 centi untuk dijadikan replika anak penyu hanya butuh 15 menit.

Hasil karya Muslim ini, dijual Rp 30 ribu per unit. Pemesannya mulai dari pemilik penginapan untuk dijadikan gantungan kunci hingga peserta pameran.

Muslim adalah seorang pelaku pariwisata yang selama ini dikenal aktivis kampanye anti sampah. Sebelumnya penduduk Pulau Balai, itu membuat perahu layar dari sampah plastik.

Motivasi Muslim mebuat replika anak penyu untuk terus menggaungkan semangat menjaga kebersihan pantai dari sampah.(*)

Baca juga: Usai Sang Nenek Meninggal, Pangeran Harry dan William Bersama Pasangan Masing-Masing Kembali Rukun

Baca juga: Pasukan India dan China Ditarik Dari Himalaya Barat, Perselisihan Dua Tahun Akan Tetap Berlanjut

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved