Breaking News:

Berita Luar Negeri

Serangan Balik Ukraina Kejutkan Pasukan Putin, Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov Kritik Tentara Rusia

Ramzan Kadyrov, pemimpin Chechnya yang ditunjuk Kremlin, telah mengkritik kepemimpinan tentara Rusia

Editor: Muhammad Hadi
Capture Telegram Kadyrov_95
Sepasukan tentara Chechnya dikirim ke medan perang Ukraina untuk membela Rusia, diunggah Kamis (12/4/2022). Terbaru, komandan pasukan Chechnya membeberkan rencana yang digunakan untuk menguasai Lysychanks, Ukraina. 

Serangan Balik Militer Ukraina Kejutkan Pasukan Putin, Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov Kritik Tentara Rusia

SERAMBINEWS.COM - Bantuan militer dari negara-negara barat dan sekutunya terhadap tentara Ukraina membuat medan tempur berubah.

Militer Ukraina membuat kemajuan di lapangan dalam upaya merebut kembali wilayah kekuasaannya dari agresor Rusia.

Ternyata perlawanan tentara Ukraina yang dibekali sejumlah persenjataan dari negara-negara barat membuahkan hasil.

Terlihat kejutan di medan tempur yang berhasil merebut kembali sejumlah wilayah yang diduduki militer Ukraina.

Kemajuan terbaru yang diraih pasukan Ukraina ini membuat Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov berang.

Bahkan Ramzan Kadyrov tidak segan-segan mengkritik militer Rusia yang ditugaskan di garis depan.

Baca juga: Ukraina Klaim Militernya Berhasil Ambil Alih Beberapa Kota yang Direbut Rusia

Ramzan Kadyrov, pemimpin Chechnya yang ditunjuk Kremlin, telah mengkritik kepemimpinan tentara Rusia.

Kritikan dikeluarkan setelah Rusia tampaknya lengah oleh serangan balik Ukraina melawan di timur laut.

Dia mengatakan bahwa Kremlin mungkin menghadapi dampak serius atas hilangnya wilayah yang telah berulang kali dinyatakan oleh administrasi pendudukan Rusia yang mereka rencanakan untuk dipertahankan selamanya.

Kadyrov juga mengatakan bahwa Vladimir Putin mungkin tidak mengetahui keadaan sebenarnya di medan perang.

“Mereka telah membuat kesalahan dan saya pikir mereka akan menarik kesimpulan yang diperlukan,” kata Kadyrov, Minggu (11/9/2022), dikutip dari The Guardian.

“Jika hari ini atau besok tidak ada perubahan strategi, saya akan dipaksa untuk berbicara dengan pimpinan kementerian pertahanan dan pimpinan negara untuk menjelaskan situasi sebenarnya di lapangan kepada mereka."

"Ini situasi yang sangat menarik. Ini mencengangkan, menurut saya,” kata Kadyrov, mantan pemberontak yang menjadi sekutu Kremlin yang memerintah Chechnya.

Baca juga: Presiden Rusia Mengolok-Olok Barat, Serangan ke Ukraina Terus Berlanjut, Sanksi Tak Mempan

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved