Video
Lonceng Cakra Donya, Hadiah Persahabatan Kaisar Tiongkok dengan Kerajaan Samudera Pasai
Sang laksamana diperintahkan langsung oleh Kaisar Yonglee, untuk memberikan lonceng tersebut kepada Kerajaan Samudera Pasai.
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Syamsul Azman
SERAMBINEWS.COM - Lonceng cakra donya merupakan satu di antara peninggalan sejarah dari Kerajaan Samudera Pasai.
Pada badan lonceng yang memiliki tinggi 125 centimeter (Cm) serta lebar 75 centimeter (Cm) terdapat tulisan Hanzi (aksara Tionghoa) dan bahasa Arab.
Namun, yang masih bisa terbaca hanya tulisan Hanzi yaitu, 'Sing Fang Niat Tong Juut Kat Yat Tjo'.
Menurut sejumlah sumber, aksara Tionghoa memiliki arti 'Sultan Sing Fa yang telah dituang dalam bulan 12 dari tahun ke-5'.
Menurut riwayat sejarah, lonceng cakra donya merupakan hadiah persahabatan dari seorang penguasa daratan Tiongkok yaitu, Kaisar Yonglee.
Ia memberikan hadiah lonceng tersebut kepada Kerajaan Samudera Pasai pada masa kepemimpinan Raja Zainul Abidin di tahun 1349-1406 Masehi.
Pada masa itu, utusan dari Kaisar Yonglee yang dikirim ke Aceh ialah Laksamana Cheng Ho.
Sang laksamana diperintahkan langsung oleh Kaisar Yonglee, untuk memberikan lonceng tersebut kepada Kerajaan Samudera Pasai.
Pemberian lonceng itu, agar tercipta hubungan baik di antara kedua kerajaan tersebut.
Karena seperti diketahui, pada masa itu Kerajaan Samudera Pasai melakukan ekspor rempah-rempah hasil bumi Aceh ke berbagai wilayah, termasuk Tiongkok.
Laksamana Cheng Ho sampai di Aceh pada tahun 1414 M, membawa lonceng dari Kaisar Yonglee.
Selain memberikan lonceng, Laksamana Cheng Ho diberikan kepercayaan oleh Kaisar Yonglee untuk menjalin kerjasama dalam bidang keamanan dan perdagangan dengan Kerajaan Samudera Pasai.
Setelah menerima lonceng dari Kaisar Yonglee, Raja Zainul Abidin mengirim utusan berkunjung ke Tiongkok.
Selanjutnya, setelah kerajaan Samudera Pasai ditaklukkan oleh kerajaan Aceh Darussalam dibawah kepemimpinan Ali Mughayat Syah, lonceng tersebut dibawa ke Kutaradja atau Banda Aceh saat ini.
Editor: Syamsul Azman Yr
Baca juga: VIDEO Taman Sari Gunongan, Bukti Cinta Abadi Sultan Iskandar Muda Pada Permaisuri