Breaking News:

Berita Bireuen

Hasil Merampok di Bener Meriah Tersisa Rp 610 Juta

Sindikat Perampok asal Palembang ini sebenarnya sudah teridentifikasi oleh polisi sejak Juni 2022 lalu, saat kejadian perampokan terhadap uang operasi

Editor: bakri

BIREUEN – Sindikat Perampok asal Palembang ini sebenarnya sudah teridentifikasi oleh polisi sejak Juni 2022 lalu, saat kejadian perampokan terhadap uang operasional Dayah MUDI Samalanga.

Ketika itu, Kasat Reskrim Polres Bireuen, AKP Arief Sukmo Wibowo SIK mengungkapkan bahwa pelakunya bukan penduduk Aceh.

Dia juga berjanji akan menangkap para pelaku jika kembali ke Aceh karena ciri-cirinya telah dikantongi.

Kasat Reskrim dalam jumpa pers Jumat (16/9/2022) kemarin menjelaskan, sejak kasus perampokan uang Dayah MUDI, Polres Bireuen melakukan koordinasi dan juga melakukan pencarian ke sejumlah daerah.

Pihaknya kemudian mendapat informasi bahwa para tersangka telah kembali masuk ke Aceh.

Awalnya, Senin (12/9/2022) para pelaku dilaporkan berada di kawasan Desa Ulee Reuleung, Dewantara, Aceh Utara.

Tetapi setelah dilakukan penyelidikan, para tersangka ternyata sudah berpindah tempat ke Kabupaten Bener Meriah.

Informasi itu kemudian disampaikan ke jajaran Polres Bener Meriah, dan tak lama kemudian didapat kabar telah terjadi perampokan di kabupaten tersebut dengan kerugian mencapai Rp 700 juta.

Dibantu tim dari Polda Aceh, para pelaku kemudian terdeteksi sudah masuk ke wilayah Lhokseumawe.

Pengejaran pun mulai dilakukan oleh Polres Bireuen dengan melakukan koordinasi dengan setiap Polres di sepanjang jalan lintasan Lhokseumawe-Medan.

Baca juga: Perampok Uang Dayah Mudi Samalanga Berasal dari Palembang, Ternyata Sudah Beraksi di Aceh Sejak 2020

Baca juga: Perampok Uang MUDI Samalanga Bukan Warga Aceh, Tertangkap Setelah Beraksi di Bener Meriah

“Saat mengejar mereka, kami sempat kehilangan jejak di kawasan Medan,” tambah Kapolres Bireuen, AKBP Mike Hardy Wirapraja.

Tim yang dipimpin Kaur Bin Ops (KBO) Intel Polres Bireuen selanjutnya melakukan penyelidikan ke setiap hotel yang dicurigai dan diperoleh informasi bahwa para pelaku telah memesan travel perjalanan jurusan Pekanbaru.

Berbekal informasi penting tersebut, tim bergerak menuju hotel tersebut serta mencari informasi tambahan sehingga diperoleh titik terang arah tujuan tersangka.

Agar pelaku tidak kabur, tim kembali melakukan koordinasi dengan setiap Polres yang diperkirakan akan dilintasi oleh komplotan tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved