Breaking News:

Berita Nagan Raya

Perbaikan Jalan Nasional Lamban, DPRK Nagan Raya Laporkan BPJN ke Menteri PUPR

Kami melaporkan BPJN Aceh ke Menteri PUPR karena lambannya pengerjaan proyek pembangunan jalan nasional di depan PLTU Nagan Raya.

Penulis: Rizwan | Editor: Taufik Hidayat
Dok Pribadi
Ketua Komisi III DPRK Nagan Raya, Zulkarnain 

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - DPRK Nagan Raya akan melaporkan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh ke Menteri PUPR.

"Laporan yang kita lakukan karena lambannya pengerjaan proyek pembangunan jalan nasional depan PLTU," kata Ketua Komisi III DPRK Nagan Raya, Zulkarnain, Minggu (18/9/2022).

Kepada Serambi, Zulkarnain mengatakan itu menyikapi banyaknya keluhan dan komplain masyarakat terkait jalan tersebut. 

"BPJN Aceh tidak profesional  serta tidak paham terhadap proyek yang lebih diprioritaskan," katanya. 

Zulkarnain mengakui sebelumnya pada tanggapan 15 Agustus 2022 Ketua Komisi III Zulkarnain telaj datang ke kantor BPJN Aceh dan diterima oleh Kasi Pembangunan Emi Effendi untuk menyampaikan agar pengerjaan proyek pembangunan jalan didepan PLTU Nagan Raya lebih diprioritaskan penyelesaiannya.

Sebab jalan nasional tersebut dilintasi ribuan kendaraan setiap harinya sehingga kerap mengalami kemacetan lalu lintas serta rawan kecelakaan disamping jalannya juga becek dan berlobang.

Zulkarnain dari Fraksi Demokrat mengakui bahwa pengerjaan proyek besar tersebut tidak mengalami banyak kemajuan karena hanya melibatkan sekitar 7 sampai 10 orang pekerja saja.  

"Maka tidak heran bulan Juni mulai dikerjakan sampai Saat ini perkiraan kemajuannya belum 40 persen," katanya.

Dalam pelaksanaan proyek tersebut juga tidak dilengkapi dengan pemasangan papan nama proyek yang menjadi hak publik untuk mengetahui siapa pelaksananya, pengawasnya, sumber dana dan besarannya Serta masa pelaksanaannya.

"Kondisi tersebut membuat masyarakat pengguna jalan menyampaikan keluhan dan melancarkan protes baik melalui media sosial maupun protes langsung yang disampaikan melalui kami," jelasnya.

Beberapa pekan lalu, Zulkarnain kembali berbicara dengan Dedi, pejabat PPK dari BPJN  Namun pejabat ini tidak memiliki konsep penanganan yang efektif cepat.

"Maka dengan demikian tidak ada harapan bagi masyarakat untuk mendapatkan pembangunan yang lebih cepat.  

Padahal jika dilihat dari kemajuan pekerjaan yang diperkirakan belum ada 40 persen, maka asumsi kami proyek tersebut sulit untuk diselesaikan jika tidak diubah pola kerjanya," katannya.

Dikatakan, jika itu terjadi maka rakyat yang dirugikan dan juga berpotensi terjadinya kerugian Negara.  

Oleh karena itu, berdasarkan seluruhnya pertimbangan dan permasalahan ini, DPRK Nagan Raya akan membawa dalam rapat internal dewan dan selanjutnya akan menyampaikan secara resmi kepada Menteri PUPR. 

"Kami sangat kecewa pengerjaan jalan itu sangat lamban sekali," kata Zulkarnain.(*)

Baca juga: Warga Berharap Proyek Jalan Peureulak-Lokop Rampung Tahun ini

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved