Breaking News:

Internasional

AS Perintahkan Hizbullah Bayar Ganti Rugi Korban Perang Dengan Israel 2006 Rp 1,6 Triliun

Sebuah pengadilan Amerika Serikat (AS) memerintahkan Hizbullah Lebanon membayar ganti rugi kepada sekelompok warga AS.

Editor: M Nur Pakar
AP/File
Pejuang Hizbullah berdiri di atas truk yang dipasangi roket tiruan selama rapat umum di Nabatiyeh, Lebanon. 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Sebuah pengadilan Amerika Serikat (AS) memerintahkan Hizbullah Lebanon membayar ganti rugi kepada sekelompok warga AS.

Warga AS itu telah menggugat dengan alasan mereka terluka oleh roket Hizbullah selama perang dengan Israel pada 2006.

Kasus itu dibawa di bawah Badan Anti-Aksi AS, Undang-undang Terorisme, seperti dilansir AP, Selasa (20/9/2022).

Mereka menuduh Hizbullah menyebabkan penggugat cedera fisik dan emosional dan merusak properti mereka.

Hakim memerintahkan Hizbullah untuk membayar ganti rugi sebesar $ 111 juta, sekitar Rp 1,6 triliun kepada penggugat.

Tuntutan hukum perdata yang diajukan terhadap kelompok-kelompok militan sulit untuk ditegakkan.

Baca juga: Pemimpin Hizbullah Kutuk Perpanjangan Mandat Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon

Tetapi Nitsana Darshan-Leitner, salah satu pengacara yang mewakili penggugat mengatakan itu adalah kemenangan hukum yang penting melawan kelompok yang didukung Iran itu.

"Hanya dengan menuntut harga yang mahal dari mereka yang terlibat dalam bisnis terorisme, kita dapat mencegah penderitaan dan kehilangan korban tambahan atas kekerasan mereka," kata Darshan-Leitner.

Israel dan Hizbullah berperang sebulan penuh pada tahun 2006.

Israel menggempur sasaran di Lebanon dan Hizbullah meluncurkan ribuan roket ke kota-kota di utara Israel.
Israel masih menganggap kelompok Syiah bersenjata berat itu sebagai ancaman besar.

Dalam putusan pada Jumat (16/9/2022) Hakim Steven L. Tiscione dari pengadilan federal di Brooklyn, New York, mengatakan para penggugat berhasil menetapkan Hizbullah sebagai terdakwa.

Hizbullah dituduh melaukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Anti-Terorisme dan meminta pertanggungjawaban.

Seorang juru bicara Hizbullah menolak berkomentar.(*)

Baca juga: Hizbullah Peringatkan Israel, Serangan ke Pejuang Palestina di Lebanon Akan Jadi Perang Baru

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved