Breaking News:

Ketahanan Pangan

Bulog Aceh Salurkan Beras OP 17.029 Ton untuk Tekan Lonjakan Harga Beras Medium di Pasaran

Toko-toko penjual beras yang mendapat penyaluran beras OP dari Bulog Aceh, di depan tokonya di pasang spanduk berukuran 80 x 80 cm

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/HERIANTO
Seorang buruh harian sedang memasok beras OP kualitas medium Bulog Aceh ke sebuah toko di Jalan T A Jalil, Pasar Aceh, Kota Banda Aceh, Selasa (20/9/2022). 

Laporan Herianto l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Untuk menekan laju lonjakan harga beras medium di tingkat pedagang grosir dan ecer di Aceh, mulai bulan Januari-19 September 2022, Bulog Aceh sudah menyalurkan beras untuk operasi pasar di seluruh Aceh  sebanyak 17.029 ton.

“Beras Bulog untuk operasi pasar (OP) itu disalurkan  kepada pedagang beras sesuai kebutuhan dengan harga tebus di Gudang Bulog Rp  8.600/Kg, sedangkan harga jual eceran tidak boleh melampaui HET nya Rp 9.600/Kg,” kata Kepala Divisi Regional Bulog Aceh, Irsan Nasution kepada Serambi, Selasa (20/9) di Banda Aceh.

Prioritaskan Pertanian, Aceh Besar Sangat Memungkinkan jadi Penyangga Beras Nasional

Untuk Kota Banda Aceh, kata Irsan Nasution, beras operasi itu disalurkan, antara lain toko beras di Jalan T A jalil, depan Masjid Raya Baiturrahman, yaitu Toko Meraxa Jaya, AMS, Bakti Baru, MHZ.

Di Lambaro, Aceh Besar, Toko R&M, HS Son, di Pasar Al Mahirah Lamdingin, Toko Yusri Telur Asin, Askari Beras dan Bulog Aceh, juga memasok beras ke mitra kerja Bulog Aceh.

Harga tebus beras, untuk operasi pasar, sebut Irsan Nasution, senilai Rp 8.600/Kg, dengan harga jual eceran tidak boleh melampaui HET yang sudah ditetapkan Rp 9.600/Kg.

Harga Beras Naik, Masyarakat Beralihkan Beli Beras dari Sak ke Bambu

Toko-toko penjual beras yang mendapat penyaluran beras OP dari Bulog Aceh, di depan tokonya di pasang spanduk berukuran 80 x 80 cm, berlambang BUMN, dengan tulisan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Beras Medium Rp 9.600/Kg.

Kenapa perlu memasang spanduk ukuran 80 x 80 di depan toko beras yang menerima berasa operasi pasar Bulog, menurut Irsan Nasution, supaya masyarakat menegah ke bawah yang membutuhkan beras medium harga murah, bisa membeli di toko-toko beras yang menerima beras OP Bulog, di depan tokonya di pasang spanduk berlambang BUMN.

Abdul Wahab, pedagang beras di jalan TA Jalil Kota Banda Aceh mengatakan, sudah dua bulan tokonya menerima beras operasi pasar Bulog Aceh. Untuk satu kali salur, Bulog memberikan 2 ton, dengan harga tebus di Gudang Rp 8.600/Kg dan harga jual eceran kepada masyarakat kurang mampu Rp 9.600/Kg.

Harga beras operasi pasar milik Bulog ini, kata Abdul Wahab, lumayan bagus dan harganya relatif murah. Untuk beras medium dari kilang padi lokal harganya saat ini dijual paling rendah Rp 160.000/sak (15 Kg) atau Rp 10.666/Kg, sementara beras OP Bulog kualitas yang sama hanya Rp 9.600/Kg.

Abdul Wahab mengungkapkan, pada minggu ketiga bulan September 2022 ini, di beberapa daerah sedang panen padi gadu, tapi kenapa harga padinya mahal antara Rp 5.800 – Rp 6.300/Kg.

Di Tangse Pidie, ada panen padi, tapi harganya tinggi mencapai Rp 6.300/Kg dan di Sigli juga ada panen, harga padinya Rp 5.800/Kg, sangat mahal dibandingkan harga padi pada waktu musim panen rendeng, tiga bulan lalu hanya berkisar Rp 4.700 – Rp 4.900/Kg dan paling tinggi Rp 5.300/Kg.

Informasi yang kami peroleh dari pengusaha kilang padi di Tangse dan Sigli, Pidie, kenapa harga padi pada musim panen gadu tahun 2022 ini mahal, di samping areal panennya terbatas, kualitas biji buah padi atau bulirnya, banyak yang kosong, sehingga buah padi yang berisi sedikit sekali.

"Kondisi ini yang membuat harga gabah pada musim panen tanam gadu tahun ini jadi mahal, menembus harga antara Rp 5.800 – Rp 6.300/Kg,” ujar Abdul Wahab.

“Sejumlah pengusaha kilang padi, yang telah membeli hasil panen padi petani di beberapa daerah, banyak yang rugi, karena bulir padinya banyak yang kosong. Kalau kita beli padi 100 Kg, bulir padi yang kosong mencapai 30 persen,” ujar Abdul Wahab lagi.

Kelompok tani padi di Tangse dan Sigli, yang dimintai penjelasannya terkait, kata Abdul Wahab, kenapa banyak bulir padi yang kosong, pada musim  panen gadu tahun 2022 ini, mereka mengatakan, karena pada saat tanaman padi bunting, atau mau berbuah padi, pasokan air ke lahan sawah petani tidak maksimal, sehingga bulir padi, sebagian berisi beras, sebagian lagi kosong.

“Kondisi itu, sudah sering terjadi pada musim tanam dan panen padi gadu, karena pasokan air ke sawah petani tidak maksimal, sehingga banyak tanaman padi yang tumbuh kurang sempurna,” ujar seorang kelompok tani di Tangse, Pidie kepada Abdul Wahab.(*)

LIVE UPDATE ACEH MALAM SELASA, (20/9/2022) Demo Kenaikan Upah Hingga Tawuran Pelajar

Anggota Parlemen Iran Kritik Polisi Syariah, Seorang Wanita Muda Tewas Dalam Tahanan

BREAKING NEWS - Banleg DPR Setujui Revisi UUPA Masuk Prolegnas Prioritas 2023

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved