Breaking News:

Video

VIDEO - Aliansi Buruh FSPMI-KSPI Lakukan Aksi di DPRA, Minta Kenaikan Upah 15 Persen

Kebijakan kenaikan BBM yang saat ini tidak mempertimbangkan kondisi para buruh di Indonesia, khususnya di Aceh.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: m anshar

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM,  - Aliansi Buruh Aceh, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Aceh melakukan aksi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Banda Aceh, Selasa (20/9/2022).

Puluhan massa  melakukan aksi penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), serta meminta kesejahteraan buruh dengan penetapan kenaikan Upah Minimum Pekerja (UMP) tahun 2023 sebesar 15 persen.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah FSPMI Aceh, Habibi Inseun mengatakan, para pekerja atau buruh di Aceh memerlukan upah yang layak, serta adanya perlindungan dan kepastian status kerja.

Ia mengatakan, kesejahteraan pekerja tersebut perlu diperhatikan untuk mencapai hubungan industri di Aceh yang harmonis.

Kebijakan kenaikan BBM yang saat ini tidak mempertimbangkan kondisi para buruh di Indonesia, khususnya di Aceh.

Padahal, usulan kenaikan UMP tersebut juga sudah pihaknya suarakan jauh-jauh hari.

Dengan adanya regulasi UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law) beserta turunannya, yang berdampak buruk bagi kesejahteraan pekerja.

Karena itu, pihaknya meminta DPRA mengirim petisi penolakan kenaikan BBM, mengeluarkan surat penolakan pemberlakuan Omnibus Law serta meminta DPRA untuk segera merevisi Qanun Nomor 7 Tahun 2014 tentang ketenagakerjaan. (*)

Narator: Suhiya Zahrati

Video Editor: M Anshar

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved