Breaking News:

Berita Langsa

Perdana di Aceh Kankemenag Langsa Gelar Perkemahan Dua Bahasa, Diikuti Ratusan Siswa Pramuka

perkemahan bahasa merupakan kegiatan pertama dilaksanakan di Aceh, ini suatu inovasi, kreasi dan prestasi yang luar biasa untuk kegiatan kepramukaan

Penulis: Zubir | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Sebanyak 365 Siswa Pramuka tingkat MI, MTs, dan MA di bawah Kantor Kementeian Agama se-Kota Langsa, selama 2 hari penuh sejak Rabu (21/9/2022) mengikuti Perkemahan Dua Bahasa Satuan Komunitas perdana digelar di Provinsi Aceh 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Sebanyak 365 Siswa Pramuka tingkat MI, MTs, dan MA dibawah Kantor Kementeian Agama se-Kota Langsa, selama 2 hari penuh sejak Rabu (21/9/2022) mengikuti Perkemahan Dua Bahasa Satuan Komunitas perdana digelar di Provinsi Aceh. 

Kegiatan digelar Kankemenag Kota Langsa di Lapangan MI Terpadu ini, juga ada perlombaan pidato dua bahasa, membuat mading dalam dua bahasa, Yell Gudep dua bahasa, serta ada acara Malam seni dan expo madrasah.

Ka Kwrcab Kota Langsa, Cut Bang Dr. H. Marzuki, membuka Perkemahan Pramuka dalam rangka pemantapan bahasa asing, yang diselenggarakan oleh Satuan Komunitas (SAKO) Pramuka Kemenag Kota Langsa.

Cut Bang Marzuki mengatakan, perkemahan bahasa ini merupakan kegiatan yang pertama dilaksanakan di Aceh, ini suatu inovasi, kreasi dan prestasi yang luar biasa untuk kegiatan kepramukaan. 

Ia bahkan berharap kegiatan seperti ini menjadi kalender tetap untuk tahun tahun yang akan datang dan menjadi role model bagi adek-adek Pramuka yang lain.

Baca juga: Kwarcab Aceh Timur Gelar Pembinaan Pramuka, Diikuti 168 Peserta dari 84 SMP

Cut Bang Marzuki juga yakin kegiatan ini sangat penting untuk diikuti dan banyak sekali manfaat serta keuntungannya bagi para peserta.

"Mereka di sini dapat menikmati suasana alam yang indah, sejuk, tenang dan kondusif di Bumi perkemahan Pramuka Madrasah Islam terpadu Kota Langsa," ujarnya.

Kemudian, tambah Marzuki, adik-adik dapat melatih dan memantapkan kemampuan berbahasa asing.

Karena dalam perkemahan ini tidak boleh berbahasa lain kecuali Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

Dengan demikian bisa menambah kemampuan dan menjadi modal untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta berinteraksi dengan dunia luar.

"Karena, referensi dan buku buku serta sumber iptek itu tertulis dalam dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris," sebut mantan Wakil Wali Kota Langsa ini.

Baca juga: Reskrim Polres Aceh Timur, Abdya dan Lhokseumawe Datangi Polres Bireuen

Lebih-lebih, timpal Marzuki, penguasaan Bahasa Arab yang  merupakan Bahasa Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi kita yang muslim.

Selanjutnya adik-adik dapat bersilaturrahmi dan bertukar informasi serta mendapat suasana baru dalam belajar dengan cara yang menyenangkan dan bergembira.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved