Breaking News:

Internasional

Seorang Aktivitas Wanita Iran Dihukum, Tanpa Jilbab Saat Muncul di Media Sosial

Seorang aktivis wanita hak asasi manusia (HAM) Iran dijatuhi hukuman 3 tahun delapan bulan penjara.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Aktivis Wanita HAM Iran, Melika Qaragozlu 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Seorang aktivis wanita hak asasi manusia (HAM) Iran dijatuhi hukuman 3 tahun delapan bulan penjara.

Dia ikut memprotes aturan jilbab wajib negara itu, kata pengacaranya.

Aktivis Melika Qaragozlu ditangkap karena muncul di video media sosial tanpa mengenakan jilbab, menurut Radio Farda .

Hukuman Qaragozlu dijatuhkan ketika Iran dilanda protes yang meluas setelah kematian seorang wanita berusia 22 tahun saat dalam tahanan polisi karena melanggar aturan jilbab.

Pengacaranya, Mohammad Kamfiruzi mengatakan Pengadilan Revolusi Islam Teheran menjatuhkan hukuman kepada kliennya.

Dikatakan, kliennya menerbitkan beberapa detik video dirinya sendiri tanpa jilbab di media sosial.

Baca juga: Anggota Parlemen Iran Kritik Polisi Syariah, Seorang Wanita Muda Tewas Dalam Tahanan

Dalam video tersebut, Qaragozlu memprotes wajib jilbab di Iran.

Dia juga menjadi bagian dari kampanye anti-hijab nasional, di mana dia menjadi peserta, yang dimulai pada Juli 2022.

Jilbab, penutup kepala yang dikenakan oleh wanita Muslim menjadi wajib di depan umum bagi wanita dan gadis Iran di atas usia sembilan tahun setelah Revolusi Islam 1979.

Presiden Iran Ebrahim Raisi memerintahkan pihak berwenang untuk menegakkan hukum jilbab lebih ketat pada Juli 2022.

Sehingga, menghasilkan daftar pembatasan baru tentang bagaimana perempuan harus berpakaian di depan umum.

Radio Farda melaporkan mengikuti perintah presiden, perempuan yang dinilai tidak patuh telah dilarang masuk kantor pemerintah, bank, dan transportasi umum.

Baca juga: Presiden Iran Berjanji ke Keluarga Korban Akan Menindaklanjuti Kasus Kematian Mahsa Amini

Beberapa aktivis telah meluncurkan kampanye media sosial di bawah tagar #no2hijab.

Menyerukan orang-orang untuk memboikot perusahaan yang memberlakukan pembatasan lebih ketat pada pakaian wanita.

Pada 12 Juli 2022, aktivis hak-hak perempuan memposting video diri secara terbuka melepas cadar bertepatan dengan Hari Nasional Hijab dan Kesucian pemerintah.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved