Breaking News:

PDAM Tirta Fulawan Tertunggak Listrik

Warga Simeulue Beli Air Rp 60 Ribu Isi 1.000 Liter, Dampak Terhentinya Suplai Air PDAM Tirta Fulawan

Dampaknya, pelanggan PDAM Tirta Fulawan di daerah kepulauan ini harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. 

Penulis: Sari Muliyasno | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Sari Muliyasno      
Mobil pengangkut air sedang mengantar air untuk warga di kawasan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Rabu (21/9/2022) 

Dampaknya, pelanggan PDAM Tirta Fulawan di daerah kepulauan ini harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. 

Laporan Sari Muliyasno I Simeulue

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Terputusnya suplai air bersih ke pelanggan PDAM Tirta Fulawan Simeulue, akibat PLN memutuskan arus listrik pe PDAM Tirta Fulawan lantaran PDAM itu menunggak tagihan listrik 3 bulan Rp 139 juta.

Dampaknya, pelanggan PDAM Tirta Fulawan di daerah kepulauan ini harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. 

Air yang dibeli melalui mobil tangki itu seharga Rp 60 ribu dengan isi kurang lebih seribu liter.

"Kalau satu tangki Rp 60 ribu. Itu pun sesudah pesan, tak bisa diantar langsung karena banyaknya pesanan yang antre," kata seorang pelanggan, Zulfikar SE

Para pelanggan PDAM Tirta Fulawan di wilayah kepulauan itu berharap, persoalan putusnya suplai air karena diputusnya arus listrik segera teratasi. Sebab, kebutuhan air sangat penting untuk rumah tangga.

Baca juga: Pelanggan PDAM Tirta Fulawan Simeulue Terpaksa Beli Air, Hampir Dua Pekan PAM Tidak Mengalir

Menunggak tiga bulan

Seperti diberitakan Serambinews.com sebelumnya, pelanggan PDAM Tirta Fulawan di Kabupaten Simeulue saat ini tak lagi mendapat pasokan air dari PDAM itu. 

Pasalnya, terhentinya aliran air kepada pelanggan itu lantaran telah putusnya arus listrik pada pompa milik PDAM Tirta Fulawan.

Terputusnya arus listrik tersebut, disebabkan PDAM Tirta Fulawan tak mampu lagi membayar iuran atau tagihan rekening listrik sejak tiga bulan terakhir.

Manager PLN ULP Sinabang, Syahrul, yang dilonfirmasi Serambinews.com, Rabu (21/8/2022), membenarkan pihaknya terpaksa melakukan pemutusan arus listrik ke PDAM Tirta Fulawan.

"Untuk PDAM menunggak tiga bulan, dari Juli, Agustus dan September 2022. Tiga bulan Rp 139 juta," jelas Syahrul menjawab Serambinews.com. Menurut Syahrul, tindakan itu dilakukan telah sesuai SOP.

Direktur PDAM Tirta Fulawan, Achyar, yang berulangkali dikonfirmasi Serambinews.com melalui sambungan telepon, hingga berita ini diturunkan belum tersambung. (*) 

Baca juga: Air PDAM Ie Beusare Rata Lhokseumawe Nantinya Bisa Minum Langsung dari Keran, IBR Gandeng PT Toya


 
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved