Breaking News:

Berita Aceh Timur

Ketua DPRK Minta Proyek Multiyears Jalan Peureulak-Lokop-Gayo Lues Dipacu

Ruas jalan yang dikerjakan Segmen 1 mulai dari Simpang Gampong Beusa sampai ke Kecamatan Peunaron, sudah diaspal sekitar 50 persen.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Warga melihat pembangunan talud di bahu jalan untuk antisipasi badan jalan longsor ke jurang di segmen 3 proyek multi years, pembangunan jalan Lokop Aceh Timur ke Perbatasan Gayo Lues, foto direkam beberapa waktu lalu. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, IDI – Ketua DPRK Aceh Timur, Fattah Fikri, meminta rekanan pengerjaan proyek Multi Years Contract (MYC) pembangunan ruas jalan Peureulak –Lokop-Batas Gayo Lues, agar memacu pengerjaan mengingat masa pengerjaan tinggal beberapa bulan lagi.

“Hasil kita pantau di lapangan progres pengerjaan agak lambat. Karena itu, kita meminta kepada rekanan segmen 1, segmen 2, dan 3 agar memacu pengerjaan di lapangan karena waktu sudah sangat singkat, kita khawatir kontrak pengerjaan habis waktu, tapi pekerjaan tidak selesai tentu masyarakat sangat dirugikan,” ungkap Fattah Fikri.

Fattah Fikri mengakatan saat menuju ke Kuta Cane, Aceh Tenggara, mengikuti Bimtek Partai Aceh, ia melewati jalan Peureulak-Lokop-Gayo Lues. Dari hasil pantauan di lapangan, katanya, ruas jalan sudah mudah dilalui, dan sudah banyak perkembangan. Seperti, ruas jalan yang dikerjakan Segmen 1 mulai dari Simpang Gampong Beusa sampai ke Kecamatan Peunaron, sudah diaspal sekitar 50 persen.

Begitu juga ruas jalan yang dikerjakan rekanan segmen 2, mulai dari Kecamatan Peunaron hingga ke Kecamatan Serbajadi Lokop sudah diaspal sekitar 50 persen, dan proses pengerjaan pada masing-masing segmen di lapangan masih terus berlangsung.

Begitu juga segmen 3, jelas Fattah Fikri, sudah memasuki tahap aspal, namun progresnya, secara keseluruhan tampak masih rendah.

Mulai dari pertengahan Lokop hingga ke perbatasan Gayo Lues, jelas Fattah, Fikri, rekanan terlihat masih memperbaiki tebing gunung untuk mencegah longsor, serta membangun talud di bahu tikungan untuk mencegah jalan longsor ke jurang, serta membangun gorong-gorong sebagai arus air.

“Selain itu, terlihat alat berat yang dikerahkan ke lapangan kurang memadai sehingga tumpukan batu base A di pinggir jalan tampak belum diratakan menggunakan alat berat. Karena itu, kita minta pengerjaan di lapangan segera dipacu sebelum waktu pengerjaan habis akhir tahun 2022, jika ini terjadi tentu masyarakat sangat dirugikan,” ungkapnya.(*)

Baca juga: Mengerikan! Metheny Bunuh Dua Perempuan dan Dagingnya Dijadikan Burger, Kemudian Dijual ke Pembeli

Baca juga: VIDEO IPW Ungkap Dugaan Baru Tentang Jet Pribadi yang Disebut Milik Bandar Judi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved