Breaking News:

Pasangan Berselingkuh, Apa Penyebabnya? Ini Kata Pakar Psikologi Hubungan

Pertama, orang yang diselingkuhi mungkin merasa kaget pasangannya melakukan pengkhianatan seperti itu.

Editor: Nur Nihayati
tribunnews via Nikita.grid
Selingkuh 

"Tapi seiring waktu, orang-orang yang berlawanan sifat sering melihat perbedaan itu sebagai kekurangan yang fatal."

- Mereka menjadi narsis

Perhatikan perubahan perilaku pasangan kita, kata Campbell.

"Orang yang narsis lebih cenderung terlibat dalam per selingkuhan."

"Jika Anda melihat pasangan Anda mulai mendambakan lebih banyak perhatian—misalnya, dengan berinteraksi dengan pelayan di restoran—itu adalah red flag."

Alasan Selingkuh

Ada banyak alasan orang selingkuh, tetapi menurut Campbell, mereka biasanya masuk dalam tiga kategori: individu, hubungan, dan situasional.

"Ungkapan 'sekali selingkuh, selalu selingkuh' mengacu pada alasan individu untuk selingkuh," tulis Campbell dalam sebuah artikel untuk Psychology Today.

"Kualitas tentang seseorang membuatnya lebih rentan untuk melakukan per selingkuhan."

Aspek-aspek seperti ciri-ciri kepribadian, orientasi agama dan politik, dan gender mungkin semua berperan.

Sementara itu, mereka yang selingkuh karena alasan hubungan, melakukannya karena mereka tidak merasa puas.

"Para peneliti menemukan bahwa kemitraan yang ditandai dengan ketidakpuasan, dan konflik yang tinggi berisiko lebih tinggi untuk per selingkuhan," katanya.

"Selain itu, semakin berbeda pasangan—dalam hal kepribadian, tingkat pendidikan, dan faktor lainnya—semakin besar kemungkinan mereka melakukan per selingkuhan."

Terakhir yakni alasan situasional.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved