Breaking News:

Promosi wisata Aceh

Promosi Wisata Aceh Lewat Web Series, Film Ziarah Tanah Serambi Diperankan Aktor Lokal dan Nasional

Film yang dibuat dengan genre drama ini diklaim sebagai web series pertama di Aceh.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Taufik Hidayat
INSTAGRAM/@filmziarahtanahserambi
Film Ziarah Tanah Serambi, bergenre drama web series yang digarap khusus untuk mempromosikan wisata dan budaya di Aceh. Tokoh karakternya diperankan oleh aktor lokal dan nasional berdarah Aceh. 

Dalam wawancara yang dilakukan bersama tim Serambinews.com dan Serambi On TV, sutradar film, Anggi Kurniawan mengatakan, bahwa proses Syuting Film Ziarah Tanah Serambi dilakukan di 4 daerah Aceh.

Yaitu Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Kabupaten Aceh Besar, dan Kota Takengon.

"Lokasi itu kita pilih dengan sangat yakin, karena keempatnya merupakan lokasi ikonik wisata di Aceh," kata Anggi.

"Walaupun sebenarnya masih banyak lokasi lain, tapi pertimbangan kemudahan produksi dan juga budgeting, jadi paling jauh kita pilih Takengon," sambungnya.

Lebih lanjut Anggi mengungkapkan, ada beberapa tempat lokasi di empat wisata yang disorot dalam film Ziarah Tanah Serambi.

Baca juga: Titi Kamal Beberkan Kisah Syuting Film Jailangkung, Lari Malam di Hutan hingga Ada yang Kesurupan

Di Kota Banda Aceh misalnya, ada beberapa adegan yang diambil dengan latar belakang Masjid Raya Baiturrahman, museum Tsunami, hingga PLTD Apung.

"Pertama itu di Banda Aceh, sudah jelas. Semua tau kalau gerbang masuknya ke Aceh itu dari Banda Aceh," kata Anggi.

Kemudian di Aceh Besar, lokasi yang dipilih yaitu Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga.

Dimana diketahui, Gampong Nusa menjadi salah satu desa wisata yang telah mengukir prestasi bagi Aceh secara nasional.

Lalu Kota Takengon, Aceh Tengah, kata Anggi, juga ada beberapa tempat yang dipilih menjadi lokasi syuting.

"(Takengon) alamnya bagus. Selain itu (dipilih) untuk mewakili dataran tinggi. Jadi tidak hanya daerah pesisir atau kotanya saja, tapi kita juga ambil landscap dataran tinggi Aceh juga," terang Anggi.

Dan terakhir Kota Sabang yang dipilih untuk mewakili wilayah pesisir.

"Jadi bukan sembarangan pilih lokasi pariwisata aja, jadi memang dari segi cerita kita arahakan, gimana cerita itu memang relate dengan tampat itu (lokasi syuting)," ungkap Anggi.

"Yang seperti-seperti itu kita highlight, memang inisiatif kami dari penulis," sambungnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved