Breaking News:

Berita Pidie

Proyek Irigasi Baro Raya Lambat, Petani 9 Kecamatan Terancam Gagal Tanam Lagi, Ini Tanggapan Kadis

Dampaknya petani sembilan kecamatan di Pidie dengan luas sawah mencapai 5.353 hektare terancam gagal tanam lagi dalam musim tanam rendeng tahun 2022-2

Penulis: Idris Ismail | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL       
Kepala Distanpang Pidie, Ir Hasballah MM (tengah) menyampaikan arahan dalam rapat turun sawah musim tanam rendeng 2022-2023 di Aula Distanpang Pidie, Kamis (22/9/2022) 

Dampaknya petani sembilan kecamatan di Pidie dengan luas sawah mencapai 5.353 hektare terancam gagal tanam lagi dalam musim tanam rendeng tahun 2022-2023 ini, sebagaimana tahun 2021.  

Laporan Idris Ismail I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Petani mengeluhkan lambatnya pembangunan saluran irigasi di Baro Raya, Kecamatan Keumala, Pidie

Pasalnya hingga kini yang sudah hampir dua tahun lining saluran irigasi itu belum rampung. 

Dampaknya petani sembilan kecamatan di Pidie dengan luas sawah mencapai 5.353 hektare terancam gagal tanam lagi dalam musim tanam rendeng tahun 2022-2023 ini, sebagaimana tahun 2021.  

Keluhan petani di Pidie ini disampaikan dalam rapat turun sawah di Aula Dinas Ketahanan Pangan atau Distanpang Pidie, Kamis  (22/9/2022).

Rapat ini diikuti para camat, petani, keucruen blang bersama Kepala Distanpang Pidie, Ir Hasballah MM dan pejabat terkait lainnya.

Baca juga: Tersangka Kembalikan Uang  Rp 449 Juta, Kasus Dugaan Korupsi di Proyek Irigasi Manggeng

 "Jika tidak dipacu penyelesaian lining saluran irigasi Keumala untuk saluran irigasi sekunder Lueng Bintang, maka 5.353 hektare lahan produktif petani di lima kecamatan bakal gagal tanam dalam musim tanam rendeng tahun 2022-2023. 

Hal ini sebagaimana tahun 2021," kata Keujruen Chik Kecamatan Sakti, Pidie Tgk Zainuddin. 

Zainuddin menilai proyek Balai Sungai Wilayah I Aceh dengan anggaran puluhan miliar itu dikerjakan dengan tenaga sangat terbatas, sehingga sangat lambat. 

Padahal rampungnya lining irigasi ini sangat ditunggu-tunggu petani sejumlah kecamatan di Pidie, yakni Kecamatan Sakti, Keumala, Titeu Keumala, Sakti, Mutiara, Indra Jaya, Peukan Baro, Simpang Tiga, dan Pidie

Zainuddin mengatakan jika proyek itu tak rampung-rampung, maka petani akan membuka pintu irigasi Keumala karena mereka tak mau lagi dirugikan akibat proyek saluran irigasi Baro Raya yang lambat. 

Baca juga: Proyek Irigasi Lhok Guci Aceh Barat Dites Uji Coba, Aliri Air ke Areal Sawah

"Kami meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk menyurati Balai Sungai Wilayah I Aceh agar memacu pengerjaan lining saluran irigasi Baro Raya agar petani tidak menjadi korban gagal tanam untuk kedua kalinya," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Distanpang Pidie, Ir Hasballah MM, mengatakan pihaknya telah menyurati Balai Sungai Wilayah I Aceh untuk segera menuntaskan proyek ini. 

"Pada intinya Distanpang sangat mendesak Balai Sungai Wilayah I Aceh segera merampungkan bangunan saluran irigasi sekunder itu. Rekanan harus segera merampungkannya," tegas Hasballah.  
 
Lining adalah penahan erosi saluran yang merupakan salah satu bagian penting konstruksi saluran drainase atau irigasi untuk mengatasi masalah erosi atau pengikisan tanah pada saluran. (*)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved