Breaking News:

Berita Abdya

Dewan Minta Pj Bupati Abdya Tindaklanjuti Aspirasi Mantan Kombatan GAM yang Minta Lahan Perkebunan

Hal itu disampaikan Hendra Fadli usai menerima audiensi mantan Kombatan GAM yang tergabung dalam Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah 013 Blangpidie, d

Penulis: Taufik Zass | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Wakil Ketua DPRK Abdya, Hendra Fadli SH 

Karena sekalipun pertanahan merupakan kewenangan Pemerintah Pusat, tapi yang perlu diingat pemerintah daerah merupakan perwakilan Pemerintah Pusat di daerah, yang juga memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban Pemerintah Pusat di daerah-daerah," pungkas Hendra Fadli.

Sebelumnya diberitakan, mantan Kombatan GAM yang tergabung dalam Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah 013 Blangpidie, mendatangi Kantor DPRK Abdya untuk beraudiensi terkait janji pemerintah yang akan memberikan lahan perkebunan/pertanian kepada mantan Kombatan GAM.

"Kita menagih janji pemerintah terkait lahan untuk mantan Kombatan GAM, keluarga syuhada eks kombatan, Inoeng Bale, dan korban konflik yang ada di Abdya," kata salah seorang mantan Kombatan GAM Abdya, Mustiari atau yang akrab disapa Mus Seudong.

Baca juga: Komisi I DPRA Usulkan Tanah di Tenggulun untuk Mantan Kombatan GAM Aceh Tamiang

Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin lagi hanya diberikan janji manis terkait masalah lahan tersebut.

"Kami menagih janji pemerintah. Kami tidak bisa bersabar lagi. Ini sudah kelewatan. Tidak menutup kemungkinan kami akan menduduki kantor DPRK dan kantor Pemerintah Abdya jika ini tidak terealisasi," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah tidak serius terkait lahan untuk mantan kombatan GAM. Buktinya, banyak lahan tidur yang saat ini terbengkalai, namun tidak ada upaya untuk dialihkan kepada masyarakat dan kombatan.

"Banyak lahan yang terbengkalai di Abdya, tapi tidak ada upaya dari pemerintah untuk mengurus agar bisa digarap oleh masyarakat. Ini bukti pemerintah tidak serius," ucap dia.

Sementara terkait lahan eks PT Cemerlang Abadi (CA) di Kecamatan Babahrot yang dijanjikan pemerintah, pihaknya berharap pemerintah mengkaji ulang jika lahan itu diberikan kepada mantan Kombatan GAM.

Sebab, saat ini banyak warga yang sudah menggarap lahan tersebut.

"Kalau lahan PT CA diberikan untuk kami, kami bukan menolak, tapi kami minta pemerintah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Kami tidak mau bentrok dengan masyarakat," katanya.

Mus Seudong mengklaim, mantan kombatan GAM sudah melakukan survey dan ditemukan lahan tidur di daerah Krueng Sapi Kecamatan Babahrot seluas dua ribu hektare yang terbengkalai. 

Pihaknya meminta pemerintah untuk melakukan peninjauan dan mau mengurus segala keperluan agar bisa digarap oleh eks Kombatan GAM.

"Kami minta unsur pemerintah untuk meninjau lokasi itu. Kita sama-sama mencari solusi agar tanah ini bisa digarap oleh eks kombatan. Kami minta keseriusan dan jangan sampai salahkan kami jika nanti kami bersikap.

Kami sudah muak dengan janji-janji," pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved