Breaking News:

Ketahanan Pangan

Dukung Ketahanan Pangan, Kampung Blangkandis Siapkan Lahan untuk Perkebunan Jagung

Umumnya halaman tersebut tidak dikelola menjadi lahan produktif. Padahal kata dia, bila potensi lahan ini dioptimalkan ke sektor perkebunan akan menja

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/ Dok Humas
Datok Penghulu Kampung Blangkandis, Rusli bersama tim kepolisian saat meninjau lahan yang akan ditanami jagung, Kamis (22/9/2022). 

Dukung Ketahanan Pangan, Kampung Blangkandis Siapkan Lahan untuk Perkebunan Jagung

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kampung Blangkandis, Kecamatan Bandarpusaka, Aceh Tamiang menyiapkan lahan 22 hektare untuk dijadikan perkebunan jagung.

Program yang didukung kepolisian ini merupakan bagian dari upaya menciptakan ketahanan pangan.

“Barusan kami survei lokasi lahan yang akan dijadikan kebun jagung, sekitar 22 hektare,” kata Datok Penghulu Kampung Blangkandis, Rusli, Kamis (22/9/2022).

Rusli mengungkapkan survei ini ia lakukan bersama Kapolsek Tamiang Hulu Ipda Rudiono bersama tim dari Polres Aceh Tamiang.

Halaman Belakang Polres Aceh Tamiang Ditanami Ribuan Bibit Jagung

Lahan tersebut merupakan milik beberapa warga yang saat ini diisi beragam tanaman.

Berdasarkan pembahasan dengan kepolisian, Pemerintah Kampung Blangkandis sepakat menjadikan lahan itu sebagai pusat perkebunan jagung. Program ini dijelaskan Rusli memiliki dua manfaat sekaligus, yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

Sebelumnya Kapolres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali telah mengubah halaman belakang kantornya seluas 2 hektare menjadi kebun jagung. Polisi berharap kegiatan ini bisa mempelopori one village one product.

Program tanam jagung ini sedang berlangsung dan sudah memasuki tahapan penggemburan tanah.

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Kodim Sabang Tanam Jagung di Cot Abeuk

Dia mengatakan program ini terinsipirasi dari bentuk rumah masyarakat yang memiliki halaman luas.

Umumnya halaman tersebut tidak dikelola menjadi lahan produktif. Padahal kata dia, bila potensi lahan ini dioptimalkan ke sektor perkebunan akan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

“Makanya kami tergerak untuk memulainya, nanti Bhabinsa akan saya aktfikan untuk membantu menyosialisasikan ini,” ungkapnya.

Sebelum memulai program ini, Imam mengaku sudah berdiskusi dengan Bupati dan Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang.

Alasan dipilihnya jagung lebih disebabkan tanaman ini tidak sulit dirawat dan memiliki pangsa pasar jelas.
Begitupun dia tidak mengharuskan masyarakat ikut menanam jagung.

Justru dia berharap masyarakat mengasah kreativitas untuk mengangkat produk unggulan desa masing-masing.
“Dengan begini maka akan tercipta one village one product, jadi lebih bervariasi,” sambung Imam.
Sebagai motivasi, Imam memberi gambaran seandainya satu desa memiliki satu hektar lahan perkebunan, maka secara keseluruhan akan terbentuk 213 hektar lahan perkebunan baru.

“Tidak musti lahan utuh, cukup memanfaatkan halaman, tapi jenisnya seragam, nanti tugas pemerintah daerah membantu memasarkan produknya,” kata Imam.(*)

RUU Sisdiknas Harus Dibuka Lagi ke Publik

Tanggapi Kritik Dewan, Sekda: Kepala SKPA Berkinerja Rendah akan Dievaluasi

Tren Kematian di Jalan Raya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved