Breaking News:

Berita Pidie

Ketua Fatayat NU Pidie: Perekrutan Panwascam Jangan Abaikan Keterwakilan Perempuan

Keterwakilan perempuan baik di lembaga Komisi Independen Pemilihan KIP maupun Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) saat ini masih sangat minim.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Taufik Hidayat
Dok Pribadi
Ketua DPC Fatayat NU Pidie, Rifka Zurriati. 

Laporan Idris Ismail | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Fatayat Nahdhatul Ulama (NU) Kabupaten Pidie mendesak kepada lembaga penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) untuk  mendapat porsi keterwakilan perempuan 30 persen pada pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 mendatang.

'Selama ini, keterwakilan perempuan baik di lembaga Komisi Independen Pemilihan KIP maupun Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) masih sangat minim dari harapan sekurang-kurangnya 30 Persen,"sebut ketua DPC Fatayat NU Pidie, Rifka Zurriati kepada Serambinews.com, Jumat (23/9/2022).

Menurut Rifka, permasalahan ini menarik dikupas dikarekanan isu menjelang Pemilu serentak 2024 mendatang. Apalagi saat ini sedang marak-maraknya perekrutan Panwascam agar tidak mengabaikan keterwakilan perempuan.

Hal ini sebagaimana diamanatkan dalam pasal 28 ayat (2) UUD RI 1945 yang menyatakan bahwa setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yg sama guna mencapai persamaan dan keadilan. Sedangkan pada pasal 10 ayat (7) dan pasal 92 atau 11 UU 7/2017 yang  mengatur keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen.

Namun pada kenyataannya  angka 30 % kuota perempuan masih terbaikan. Tidak seperti pada 2016 lalu Panwaslih pernah memberikan keterwakilan perempuan 30 persen. "Kami berharap agar kedepan perekrutan KIP, Panwaslu serta Panwascam yang sedang dilakukan dapat memfokuskan keterwakilan perempuan," kelasnya.

Ditambahkan, sejauh ini diharapkan adanya jiwa sosok mentalitas Cut Nyak Dhien yang berani hadir sebagai penyeimbang dalam ruang 'Atmosfir' politik sebagai leader. 'Ini patut dipertanyakan apakah perempuan di Pidie telah lemah sehingga disegala lembaga penyelenggaraan Pemilu menjadi minim," ungkapnya.(*)

Baca juga: Kapal Penumpang ke Pulo Aceh Dihamtam Ombak Hingga Oleng, Kuala di Gampong Jawa Diduga Dangkal

Baca juga: UPDATE Demo Protes Kematian Mahsa Amini di Iran, 36 Orang Tewas Termasuk Personel Keamanan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved