Breaking News:

Berita Banda Aceh

Tim Gabungan Sidak Tempat Olah Makanan, Belum Penuhi Syarat Halal

Petugas gabungan yang terdiri dari personel Satpop PP dan WH, Polisi dan TNI serta Auditor LP-POM MPU Aceh

Editor: bakri
FOTO/HENDRI
Petugas gabungan melihat proses pembuatan bakso di tempat pengolahan di Banda Aceh saat melaku- kan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (22/9/2022). 

BANDA ACEH - Petugas gabungan yang terdiri dari personel Satpop PP dan WH, Polisi dan TNI serta Auditor LP-POM MPU Aceh, Kamis (22/9/2022), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa titik lokasi pengolahan makanan di sejumlah pasar di Banda Aceh.

Lokasi yang didatangi petugas gabungan seperti tempat pengolahan bakso, mi dan roti yang ada di Pasar Peunayong dan Pasar Aceh.

Dalam sidak tersebut petugas mendapatkan sejumlah tempat usaha pengolahan makanan belum sesuai label halal.

Hal tersebut, dinyatakan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Persyawaratan Ulama (LPPOM-MPU) Aceh usai melakukan sidak.

"Berdasarkan dari hasil yang kita lihat tadi, dapat kita simpulkan banyak sekali tempat usaha pengolahan makanan belum sesuai kriteria sertifikasi halal," sebut Auditor LP-POM MPU Aceh, Desmiati.

Dia menjelaskan, dalam pemeriksaan tadi ada beberapa kriteria yang mereka uji pada produk halal, yaitu bahan baku, proses produksi, fasilitas, karyawan, celemek (untuk melindungi pakaian pemakainya dari noda), pengemasan dan penyimpanan serta pendistribusian.

"Intinya kita datang ke sini tidak mencari kesalahan, tapi hanya untuk mendata.

Bila kita temukan tidak sesuai, maka kita hanya memberikan saran agar mereka segera memperbaiki," sambungnya.

Baca juga: Kini, Umat Muslim Amerika Semakin Mudah Dapatkan Makanan Halal, Pakar Industri Halal Semakin Ramai

Baca juga: Brazil, India, USA, dan Rusia Pengekspor Utama Makanan Halal, Bagaimana dengan Aceh?

Desmiati berharap, para pemilik pengolahan bakso, mi dan roti di Banda Aceh bisa menyesuaikan terhadap pengolahan.

Dikarenakan, halalnya sebuah produk bisa meningkatkan hasil produksi serta demi menjaga kesehatan bersama.

Sementara itu, Kabid Pengawasan Syariat Islam Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh, Aidi Kamal menyebutkan, operasi gabungan di sejumlah titik tersebut dilakukan untuk melihat bagaimana penegakan Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Sistem Jaminan Produk Halal.

“Kami sangat mengharapkan, agar hasil temuan-temuan ini bisa dibuat teguran ringan, atau peringatan kepada pihak pengelola yang tidak mengindahkan Qanun Nomor 8 Tahun 2016 ini,” imbuhnya.

Kedepan, kata Aidi Kamal, bila pemilik usaha tidak mengindahkan, maka pihak akan melakukan penindakan tegas.

"Saat ini kita hanya memberikan peringatan, tapi jika ke depan masih sama.

Belum ada perubahan maka akan kita beri sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku," tutupnya. (hd)

Baca juga: Makanan Halal dan Baik dalam Islam  

Baca juga: Wali Kota New York Bill de Blasio Distribusi 500.000 Makanan Halal untuk Muslim di Bulan Ramadhan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved