Breaking News:

Internasional

Trump dan 3 Anaknya Tipu Otoritas Rp 3,76 Triliun

Jaksa Agung New York Letitia James pada Rabu (21/9/2022) mengatakan, Donald Trump dan tiga anaknya menipu otoritas untuk memperkaya diri sendiri

Editor: bakri
AP
Eric Trump, putra mantan Presiden AS Donald Trump 

NEW YORK - Jaksa Agung New York Letitia James pada Rabu (21/9/2022) mengatakan, Donald Trump dan tiga anaknya menipu otoritas untuk memperkaya diri sendiri.

Trump dan ketiga anaknya disebut berbohong kepada pemungut pajak, pemberi pinjaman, dan perusahaan asuransi selama bertahun-tahun dengan tidak menyebutkan nilai propertinya secara benar.

Letitia James menambahkan, Trump dengan bantuan anak-anaknya dan orang lain di Trump Organization memberikan pernyataan palsu tentang kekayaan bersihnya dan penilaian asetnya untuk mendapatkan serta memenuhi pinjaman, mendapatkan manfaat asuransi, juga membayar pajak yang lebih rendah.

"Singkatnya, dia berbohong untuk mendapatkan keuntungan finansial yang besar untuk dirinya sendiri," lanjutnya dikutip dari kantor berita AFP.

Investigasi ini adalah salah satu dari banyak penyelidikan kriminal, perdata, dan kongres terhadap Trump yang hendak mencalonkan diri lagi di pilpres AS 2024.

Namun, Trump kembali mengulangi pembelaannya yang sering digunakan bahwa gugatan itu adalah perburuan penyihir lain terhadapnya, sementara juru bicaranya mengecamnya sebagai langkah politik Demokrat terhadap pengusaha dari Partai Republik tersebut.

Kantor James meminta Trump membayar denda setidaknya 250 juta dollar AS (Rp 3,76 triliun)--jumlah yang menurut jaksa agung diperoleh dari penipuan--dan keluarganya dilarang menjalankan bisnis di New York.

Letitia James juga mendesak agar Trump bersama anak-anaknya yaitu Donald Trump Jr, Eric Trump, dan Ivanka Trump dilarang membeli properti di New York selama lima tahun.

Baca juga: Presiden Joe Biden Tuduh Partai Republik Pendukung Donald Trump Sebagai Ekstrimis

Baca juga: 6 Jam Diperiksa Jaksa Agung New York Terkait Dugaan Penipuan, Donald Trump Bungkam

Baca juga: Rumah Donald Trump Digerebek FBI di Florida, Ini Fakta Tuntutan Hukum yang Dihadapinya

"Dasar dari kekayaan bersihnya berakar pada penipuan dan ilegalitas yang luar biasa," kata James.

Mahkamah Agung Negara Bagian New York tidak memiliki wewenang mengajukan tuntutan pidana, sehingga membuat rujukan kriminal ke Kementerian Kehakiman AS serta Internal Revenue Service berdasarkan penyelidikan tiga tahun. (kompas.com)

Baca juga: FBI Gerebek Rumah Donald Trump di Florida, Brankasnya Dibobol, Ini 7 Kasus Hukum yang Menjeratnya

Baca juga: Mantan Menhan AS Mark Esper Dalam Bukunya Ungkap Keinginan Donald Trump Invasi Venezuela

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved