Breaking News:

Opini

Mengapa Harus Bercelana Pendek

Dalam ajaran Islam, seluruh umat muslim diwajibkan untuk menutup aurat, baik laki-laki maupun perempuan

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr MURNI SPdI MPd, Wakil Ketua III STAI Tgk Chik Pante Kulu 

OLEH Dr MURNI SPdI MPd, Wakil Ketua III STAI Tgk Chik Pante Kulu

FENOMENA akhir-akhir ini sangat jelas terlihat di mana banyak kaum pria memakai leweu puntong ( celana pendek) bahkan di atas lutut dan menampakkan paha-paha mereka bukan hanya saat menjalankan aktivitas olahraga saja, tapi bahkan antrean ke SPBU memakai celana pendek, bertamasya ke pantai dengan celana pendek, bergotong royong juga dengan celana pendek, duduk santai di persimpangan jalan ber celana pendek, berbelanja ke pasarpun menggunakan celana pendek dan termasuk aktivitas lainnya.

Mengapa melakukan aktivitas harus dengan ber celana pendek dan bukankah masih ada celana panjang yang bisa menutup aurat serta lebih sopan seharusnya dipakai jika ke luar rumah? Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa, tujuan dari olahraga adalah untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Ke SPBU adalah untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM).

Tujuan bertamasya ke pantai adalah untuk melihat ciptaan Allah seperti indahnya langit biru, mendengar suara ombak pantai, serta memanfaatkan pasir laut sebagai alternatif pengobatan herbal kesehatan bagi tubuh.

Bergotong royong selain membangun gampong, juga bisa dijadikan sebagai ajang menjalin silaturrahim dan memupuk rasa persaudaraan dengan masyarakat.

Dalam ajaran Islam, seluruh umat muslim diwajibkan untuk menutup aurat, baik laki-laki maupun perempuan.

Adapun dalil perintah menutup aurat yang bersumber dari al-Qur’an, Allah SWT berfirman yang artinya: “Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.” (QS.Al-A'raaf [7] ayat: 26).

Khusus untuk aurat wanita menurut mazhab Imam as- Syafi’i adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan saja.

Hal ini sesuai dengan dalil hadits.

Baca juga: Kenalan di Facebook, Pemuda Aceh Utara Bawa Lari Sepmor Cewek Aceh Timur, Alasan Beli Celana Pendek

Baca juga: Pria di Arab Saudi Sudah Bisa Memakai Celana Pendek di Tempat Umum, Dinilai Tak Lagi Melanggar UU

“Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah SAW dengan memakai pakaian yang tipis.

Maka Rasulullah SAW pun berpaling darinya dan bersabda, ‘Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haid (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini.

’ Beliau menunjuk wajah dan kedua telapak tangannya.” (HR.Abu Dawud).

Hadits di atas jelas bahwa batasan aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan yang boleh terlihat.

Adapun batasan aurat kaum pria sesuai dalil hadits yang diriwayatkan oleh beberapa Imam Hadits.

“Nabi Muhammad SAW pernah duduk di suatu tempat yang terdapat air dalam keadaan terbuka lututnya atau kedua lututnya.

Ketika Utsman datang, beliau menutup lututnya” (HR.Bukhari).

Di hadits yang lain, Rasulullah SAW melewati Ma'mar yang saat itu kedua pahanya sedang terbuka.

Beliau bersabda, “Hai Ma'mar tutuplah kedua pahamuSebab, paha itu adalah aurat.” (HR.Bukhari).

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi di mana Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Yang di bawah pusar dan di atas kedua lutut adalah aurat” (HR.Baihaqi).

Baca juga: Apa Hukumnya Laki-Laki Pakai Celana Pendek dan Nggak Pakai Baju? Simak Ulasan Buya Yahya

Dari beberapa dalil hadits di atas menjelaskan bahwa Aurat lelaki adalah antara pusar dan lutut, baik di dalam shalat maupun di luar shalat.

Namun di dalam shalat ditambah dengan menutup kedua pundaknya atau salah satunya dengan ridha atau semisalnya selama masih mampu.

Dan tidak boleh bagi seorang mukmin ketika shalat Ia memperlihatkan bagian antara pusar hingga lututnya.

Termasuk juga tidak diperbolehkan lelaki memakai celana pendek di hadapan lelaki lain, atau di hadapan wanita selain istrinya atau budak wanitanya.

Sesuai dengan perintah Allah dalam al-Qur’an surat Al-Mu'minuun ayat 5 s.d.6 yang artinya: “(Orang beriman) adalah orang yang menjaga kemaluan mereka.

Kecuali kepada istri-istri mereka atau budak-budak wanita mereka, jika demikian maka mereka tidak tercela” (QS.Al- Mu'minuun [23] ayat: 5 – 6).

Jumhur fuqaha’ telah bersepakat bahwa, aurat bagi kaum laki-laki adalah antara pusar sampai dengan lutut.

Seorang lelaki yang baligh diperintahkan baginya menutup aurat sebagaimana hal ini telah jelas wajibnya bagi kaum wanita.

Dari Ayat dan pendapat fuqaha’ bisa dipetik faedah, bahwa adanya perintah tentu berkonsekuensi timbulnya larangan.

Baca juga: Menyinggung Budaya Melayu Pakai Tanjak dengan Celana Pendek, Selebgram Keanu Agl Kini Minta Maaf

Maka, kita diperintahkan untuk menutup aurat dan dilarang untuk menampakkan ataupun melihat aurat orang lain.

Hal ini telah tertulis dalam hadits dari Abu Sa’id Al- Khudri ra, Rasulullah SAW bersabda: “Seorang lelaki tidak boleh melihat aurat lelaki lain, dan wanita tidak boleh melihat aurat wanita lain.” (HR.Muslim).

Maksud dari hadits di atas adalah hal ini dikarenakan memandang aurat orang lain bisa menimbulkan fitnah yang keji, sehingga Allah Azza wa Jalla memerintahkan kita untuk menundukkan pandangan.

Allah SWT juga berfirman yang artinya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS.An-Nuur [24] Ayat: 30).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata di dalam tafsirnya menjelaskan tentang ayat ini: “Ini adalah hukum Allah Subhanahu swt kepada hamba- Nya orang-orang mukmin untuk menundukkan pandangan mereka terhadap apa-apa yang dilarang memandangnya.

Kecuali memandang apa yang diperbolehkan memandangnya, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka terhadap apa yang diharamkan.

Tetapi bila tidak sengaja memandang, hendaklah segera memalingkan pandangan darinya.

Allah juga menyuruh untuk menjaga kemaluan sebagaimana Dia menyuruh menjaga pandangan yang membangkitkan nafsu syahwat, karena keduanya akan mengarah kepada kerusakan hati dan akhlak.

Menjaga pandangan mata dan kemaluan akan mencegah dan menjauhkan orang mukmin dari zina yang keji.” (Tafsir Ibnu Katsir).

Baca juga: VIDEO Ramai Pakai Celana Pendek di Tempat Umum, MPU Aceh Ingatkan Kaum Pria

Ketua MPU Aceh, Teungku Faisal Ali menyoroti penggunaan celana pendek dan menjadi tren di kalangan pria yang sudah dewasa dan remaja yang sedang marak di ruang publik atau tempat umum saat ini dan tidak terkecuali di Aceh khususnya.

Pihaknya juga telah mendapat banyak pengaduan dari masyarakat tentang tren pemakaian celana pendek tersebut.

Abu Sibreh, sapaan Teungku Faisal Ali lantas mengingatkan kaum pria, bahwa cara berpakaian seperti itu tidak sesuai dengan syariat Islam.

Sesuai hukum Islam, aurat laki-laki yaitu antara pusat hingga lutut.

Tak hanya celana pendek, mengenakan celana ketat yang menyerupai tubuh bagi kaum adam juga haram hukumnya.

Menggunakan celana pendek pada saat melakukan kegiatan olahraga, duduk di warung kopi ataupun kegiatan- kegiatan lain di muka umum lainnya hukumnya adalah haram.

Hal tersebut selain bertentangan dengan nilai-nilai agama, juga bertentangan dengan adat Aceh.

“Kalau dulu orang tidak ada lagi memakai celana pendek di warkop, sekarang celana pendek sudah biasa di warkop, di jalan, di arena olahraga,” sebutnya.

Beliau sangat berharap kepada Pemerintah Aceh dan pihak terkait, agar menertibkan dan melakukan penindakan terhadap pelaku yang melanggar syariat, khususnya dalam hal berpakaian, ( Serambi Indonesia, 30/06/ 2022).

Oleh karena itu, kita mendukung himbauan dari Teungku Faisal Ali agar kaum pria tidak memakai celana pendek dan saya juga sangat berharap kepada Pemerintah Aceh, Satpol PP dan WH untuk menertibkan para pria yang memakai celana pendek baik tua maupun muda.

Semoga! (murni166@yahoo.co.id)

Baca juga: MPU Aceh Ingatkan Kaum Pria yang Suka Pakai Celana Pendek di Tempat Umum: Bertentangan Hukum Islam

Baca juga: Aktivis Dayah Kritik Gowes Tour de Aceh, Pakai Celana Pendek dan Melanggar Syariat Islam

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved