Breaking News:

Dukungan Militer untuk Ukraina

Prancis dan Jerman Lanjutkan Dukungan Militer untuk Ukraina

Jerman dan Prancis pun berjanji akan terus memberikan dukungan militer ke Ukraina meski ada ancaman baru-baru ini dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

Editor: Taufik Hidayat
Daniel LEAL / AFP
Kendaraan militer Ukraina bergerak melewati alun-alun Kemerdekaan di pusat Kyiv pada 24 Februari 2022. Sirene serangan udara terdengar di pusat kota Kyiv hari ini ketika kota-kota di seluruh Ukraina terkena apa yang dikatakan pejabat Ukraina sebagai serangan rudal dan artileri Rusia. Presiden Rusia mengumumkan operasi militer di Ukraina pada 24 Februari 2022, dengan ledakan terdengar segera setelah di seluruh negeri dan menteri luar negerinya memperingatkan "invasi skala penuh" sedang berlangsung. 

SERAMBINEWS.COM, BERLIN - Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht dan Menteri Pertahanan Prancis Sebastien Lecornu di Berlin, Lambrecht mengecam keras kebijakan Rusia atas mobilisasi militer parsial dan rencana referendum di wilayah separatis di Ukraina.

Jerman dan Prancis pun berjanji akan terus memberikan dukungan militer ke Ukraina meski ada ancaman baru-baru ini dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Kami mengirimkan sinyal yang jelas. Reaksi dari Putin terhadap keberhasilan Ukraina ini mendorong kami untuk melanjutkan dukungan kami ke Ukraina,” ungkap dia, sambil menambahkan bahwa negara-negara Eropa akan terus melatih pasukan Ukraina dan menyediakan senjata.

Lambrecht mengatakan masyarakat internasional tidak akan mengakui " referendum palsu" di wilayah timur Ukraina yang dikuasai Rusia.

"Referendum ini tidak akan memiliki arti apa pun, dan tidak akan memiliki pengaruh pada kebijakan kami, dukungan kami kepada Ukraina," ujar dia.

Sementara itu, Lecornu mengatakan negara-negara Eropa menunjukkan persatuan yang kuat melawan Rusia, dan mereka akan melanjutkan upaya bersama mereka untuk mendukung pasukan Ukraina.

“Kami sedang membicarakannya dengan rekan-rekan Ukraina kami,” kata dia, mengacu pada rencana militer dan kebutuhan konkret pasukan Ukraina.

“Kami memberikan dukungan, dan kami akan terus melakukannya di masa depan,” tambah Lecornu.

Putin pada Rabu mengumumkan mobilisasi militer parsial yang memanggil hingga 300.000 pasukan cadangan untuk kemungkinan penempatan ke Ukraina dan wilayah-wilayah yang dikuasai Rusia.(AnadoluAgency)

Baca juga: Rusia Lakukan Mobilisasi Parsial Pascareferendum di Sebagian Wilayah Ukraina

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved