Jumat, 5 Juni 2026

Luar Negeri

Perdana Menteri Israel Yair Lapid Akui Palestina dan Setujui Solusi Dua Negara, Tapi . . . .

Ia juga menggemakan dukungan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk proposal yang sudah lama tak aktif.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AFP
Perdana Menteri Israel, Yair Lapid 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Perdana Menteri (PM) Israel Yair Lapid secara mengejutkan mengakui Palestina dan menyetujui solusi dua negara setelah konflik beberapa dasawarsa.

Lapid mengungkapkan saat berpidato di Majelis Umum PBB, Kamis (22/9/2022) kemarin, untuk pembentukan negara Palestina bersama Israel.

Ia juga menggemakan dukungan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk proposal yang sudah lama tak aktif.

“Perjanjian dengan Palestina, berdasarkan dua negara untuk dua bangsa adalah hal yang tepat untuk keamanan Israel, untuk ekonomi Israel dan untuk masa depan anak-anak kita,” kata Lapid dikutip dari ABC News.

Ia pun menegaskan kesepakatan apa pun akan bergantung pada negara Palestina yang damai, dan tak akan mengancam Israel.

Namun, pernyataan Lapid disambut sinis oleh anggota senior dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Wasel Abu Youssef.

Ia menegaskan pernyataan Lapid itu tak berakhir apa pun.

Baca juga: Sidang Majelis Umum PBB di New York, Ketika PM Israel Blak-blakan Ingin Jadi Sahabat Indonesia


Youssef mengatakan siapa pun yang menginginkan solusi dua negara, haris mengimplementasikan hingga dasar.

Selain itu juga dengan menghormati perjanjian yang dicapai sebelumnya, menghentikan ekspansi pemukim ilegal dan mengakui Yerusalem Timur sebagai Iu Kota negara Palestina.

Pernyataan Lapid juga disambut kritikan keras dari mantan PM Israel, Benjamin Netanyahu.

Menurut Netanyahu pernyataan Lapid telah membahayakan masa depan Israel, dengan mengakui negara Palestina.

“Lapid membawa Palestina kembali ke garis depan pentas dunia, dan menempatkan Israel tepat di lubang Palestina,” kata pemimpin oposisi tersebut.

Usaha untuk mencapai solusi dua negara telah tertunda cukup lama.

Palestina dan kelompok hak asasi mengatakan Israel telah memperkuat kendalinya atas wilayah Palestina yang diduduki melalui kekuasaan militernya atas jutaan orang Palestina.

Selain itu juga melanjutkan pembangunan pemukiman ilegal di wilayah pendudukan.

Baca juga: Emir Qatar Minta Masyarakat Internasional Tekan Israel, Akhiri Pendudukan di Palestina

Sekjen Liga Arab dan Sekjen PBB Bahas Pendudukan Israel di Palestina

KAIRO - Sekjen Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit dan Sekjen PBB Antonio Guterres membahas pendudukan Israel di Palestina yang terus berlanjut tanpa henti.

Masalah Palestina telah menjadi salah satu topik yang dibahas keduanya di sela-sela sesi ke-77 Sidang Umum PBB di New York, AS, Rabu (21/9/2022).

Kedua pejabat itu juga membicarakan sejumlah hal terkait krisis internasional, serta perkembangan terakhir di Timur Tengah.

Dilansir AFP, Juru bicara Aboul Gheit mengatakan Sekjen Liga Arab memberi penghargaan kepada Guterres atas peran penting pemimpin PBB selama konflik Rusia dan Ukraina.

Guterres dilaporkan berbicara tentang situasi saat ini di Timur Tengah dan peran PBB di Somalia, Yaman dan Suriah.

Aboul Gheit juga menyoroti rasa frustrasi besar yang dirasakan warga Palestina sebagai akibat dari banyaknya hambatan politik terhadap perjuangan mereka.

Keduanya sepakat bahwa masalah Palestina tetap menjadi prioritas dalam upaya mencapai stabilitas dan kemakmuran di kawasan.

Mereka menyatakan komitmen mereka untuk bekerja sama sebagai bagian dari pendekatan terkoordinasi untuk mencari solusi politik atas krisis yang dihadapi beberapa negara di kawasan ini.

Dalam sebuah pesan yang diposting di Twitter, Aboul Gheit menulis:

“Kami sepakat tentang bahaya mengabaikan upaya serius untuk menyelesaikan masalah Palestina dan pentingnya melanjutkan kerja bersama kami untuk tujuan ini."

“Situasi internasional sangat sulit dan sulit, namun Guterres bekerja tanpa lelah di berbagai bidang politik, lingkungan, pembangunan, dan lainnya.”

Aboul Gheit juga bertemu Ian Borg, Menteri Luar Negeri dan Urusan Eropa serta Menteri Perdagangan Malta.

Aboul Gheit mengucapkan selamat kepada Malta yang telah mendapatkan kursi tidak tetap di Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2023-2024.

Dia mengatakan Liga Arab mengandalkan dukungan Malta untuk isu-isu Arab dalam agenda dewan selama waktu itu, terutama terkait perjuangan rakyat Palestina.

Pekan lalu, Aboul Gheit meminta Spanyol mendukung Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB di tengah persiapan upaya diplomatik baru untuk mendapatkan pengakuan.

Palestina saat ini diberikan status pengamat oleh PBB.

Mahmoud Abbas, Presiden Palestina berbicara di Majelis Umum pada 23 September 2022.

Abbas menyoroti kampanye untuk keanggotaan penuh PBB.

Baca juga: Jembatan Peudada Bireuen Masih Buka Tutup, Pengendara Diharapkan Tidak Terobos Antrean

Baca juga: ISSI Pidie Gelar Muscab Perdana Pemilihan Ketua Periode 2022-2026

Baca juga: Penyuplai Senjata dan Amunisi untuk KKB di Papua Ditangkap, Ratusan Amunisi Diamankan

 

Kompastv: Wow! PM Israel Akui Palestina dan Setujui Solusi Dua Negara, Tapi Dibalas Sinis

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved