Berita Aceh Tengah
Mahasiswa Poltekkes Aceh PBL ke Aceh Tengah
37 mahasiswa Prodi Diploma Tiga Gizi Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Aceh kembali melaksanakan Praktek Belajar Lapangan
TAKENGON - 37 mahasiswa Prodi Diploma Tiga Gizi Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Aceh kembali melaksanakan Praktek Belajar Lapangan (PBL) di 12 desa di Kecamatan Bies, Aceh Tengah, Senin (26/9/2022) PBL mahasiswa Poltekkes Aceh itu diawali dengan serah terima mahasiswa yang digelar di Kantor Camat Bies.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi kerja sama Poltekkes Aceh dengan Pemkab Aceh Tengah dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sudah ditandatangani pada tahun 2021 lalu.
Ketua Program Studi Diploma III Gizi, Arnisam SKM MKes menyampaikan, para mahasiswa akan melaksanakan PBL mulai dari 26 September hingga 3 Oktober 2022.
“Kegiatan utama adalah mengumpulkan data status gizi anak balita dan ibu hamil serta faktor-faktor yang mempengaruhinya,” katanya.
Dikatakan, hal itu bertujuan untuk menyusun program intervensi gizi yang akan dilakukan pada pelaksanaan praktek kerja lapangan nanti.
Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Aceh, Dr Aripin Ahmad SSiT MKes menyampaikan, 37 mahasiswa ini merupakan calon ahli gizi yang nantinya akan menjadi tenaga kesehatan dan menjadi generasi di masa depan yang akan berperan dalam perbaikan gizi di masyarakat.
“PBL ini merupakan bentuk pembelajaran yang akan menjadi bekal ilmu bagi para mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah dan menyusun program intervensi gizi,” kata Dr Aripin.
Ia juga menyatakan, saat ini di Aceh menghadapi tingginya permasalahan gangguan pertumbuhan pada anak atau dikenal stunting, karenanya kehadiran mahasiswa harus benar-benar bisa membantu Puskesmas dan desa dalam upaya mengidentifikasi status gizi anak.
Baca juga: Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh Latih Pelaku Usaha Mi Basah Gunakan Asap Cair
Baca juga: 70 Mahasiswa Poltekkes Aceh Lakukan Pengabdian di Pijay Selama 21 Hari
Hal itu dilakukan dengan pengukuran antropometri secara tepat dan benar sehingga didapatkan data yang akurat.
“Mahasiswa juga akan melakukan identifikasi faktor-faktor risiko yang mungkin menyebabkan gangguan gizi dan kesehatan pada anak dan ibu hamil,” jelasnya.
Camat Bies yang diwakili Sekretaris Camat, Malikussaleh SSos MAP, berharap kehadiran mahasiswa dapat membantu desa dalam mengetahui permasalahan gizi dan juga menjadi tempat bagi masyarakat berkonsultasi bagaimana pengasuhan gizi yang baik bagi anakanak.
“Melalui PBL ini juga diharapkan mahasiswa mampu menggali permasalahan sehingga mahasiswa mampu menyusun rencana program gizi nantinya, karenanya mohon berkerja sama dengan Reje, Ibu Bidan dan kader-kader Posyandu desa dalam pelaksanaan PBL ini,” katanya Kepala Puskesmas Bies, dr Gustina Fitri MKM menyatakan, tenaga gizi saat ini sangat dibutuhkan akan tetapi ketersediaan tenaga gizi masih sedikit, “Harapan saya agar mahasiswa serius belajar, apalagi saat ini Aceh Tengah merupakan salah satu daerah lokus stunting.
Mahasiswa diharapakan sambil melakukan PBL juga mohon diberikan informasi kepada masyarakat tentang gizi dan mengamati faktor-faktor yang mempengaruhi,” terangnya.
Setelah acara serah terima para mahasiswa bersama Reje menuju desa masing- masing. (rd)
Baca juga: Mahasiswa D-3 Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh PBL di Bies Aceh Tengah, Ini Pesan Ketua Jurusan & Prodi
Baca juga: 798 Lulusan Poltekkes Kemenkes Aceh Diwisuda, Ini Dua Mahasiswi Raih IPK Tertinggi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wisuda-poltekkes.jpg)