Breaking News:

Berita Gayo Lues

Polisi Amankan 8 Warga Putri Betung Terkait Kasus Pengrusakan Rumah

Delapan warga Desa Meloak Sepakat, Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues, diamankan Polisi

Editor: bakri
hand over dokumen pribadi
Kapolres Gayo Lues AKBP Efrianza 

BLANGKEJEREN - Delapan warga Desa Meloak Sepakat, Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues, diamankan Polisi, Senin (26/9/2022).

Mereka diamankan karena diduga melakukan pengerusakan rumah.

Kasus pengerusakan itu terjadi pada Senin (6/6/2022) sekitar pukul 19.00 WIB, di Desa Meloak Sepakat.

Kasus itu bermula saat seorang pria beristri berinisial JF (40) tinggal di desa itu bersama rekannya, RMD (15), warga Rerebe Tripe Jaya.

JF dan RMD membawa dan mengajak dua remaja perempuan warga Meloak Sepakat yang masih berusia 15 tahun ke sebuah kafe.

Ternyata remaja di bawah umur itu dibawa ke perbukitan.

Karena merasa ketakutan, salah satu korban kabur dan melaporkan ke Polsek Putri Betung.

Selanjutnya personel Polsek mengamankan kedua lelaki itu untuk kemudian diserahkan ke Mapolres Gayo Lues untuk proses selanjutnya.

Karena tidak senang dan puas, lalu keluarga korban membuat laporan ke polisian, atas dugaan pemerkosaan dan pelecehan seksual.

Lalu sejumlah warga melakukan pengerusakan dengan cara melempari rumah pelaku JF (40).

Baca juga: Warga Putri Betung Gayo Lues Terkurung Longsor, Hari Pekan di Gumpang Sepi Pedagang dan Pengunjung

Baca juga: BNNK Gayo Lues Lakukan Bimtek Life Skill di Putri Betung

Tak terima dengan perlakuan itu, Budimah, istri JF, melaporkan kasus pengerusakan itu ke Mapolres.

Kapolres Gayo Lues AKBP Efrianza melalui Kasat Reskrim AKP Zhia Ularham, Senin (26/9/2022), membenarkan jika delapan warga Meloak Sepakat, Kecamatan Putri Betung, ditetap sebagai tersangka kasus pengerusakan rumah.

Mereka kini diamakan dan ditahan di Mapolres Gayo Lues.

Dikatakan, delapan warga diamankan setelah melakukan pemeriksaan oleh penyidik, Senin (26/9/2022) petang.

“Kasus ini sudah lama terjadi, sehingga kronologis harus dicari duluan,” tulis Kasatreskrim via WhatsApp.

Disebut, delapan warga yang diamankan itu adalah PD, KMR, SM, DD, ARD, AU dan BD.

Secara terpisah, Firdaus, keluarga korban yang awalnya membuat laporan ke Polisi atas kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kepada Serambi mengatakan, kasus laporan pihaknya tidak ditindaklanjuti.

Padahal sebelumnya JF dan RMD sempat diamankan polisi sekitar dua lalu dilepas lagi.

“Kami yang menjadi korban pertama dan melaporkan kasus pencabulan anak di bawah umur itu, tetapi kami yang menjadi tersangka terakhirnya, dengan kasus dan perkara yang dilaporkan berbeda ke Polres Galus,” sebutnya. (c40)

Baca juga: Polisi Pos Perbatasan Perketat Pemeriksaan Kendaraan di Kawasan Putri Betung

Baca juga: BNNK Latih Pengulu di Putri Betung Kembangkan Tanaman Alternatif Pengganti Ganja

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved