Breaking News:

Berita Bireuen

Polisi Minta Keterangan Saksi Ahli Bahasa Aceh Kasus Penghinaan Ketua DPRK Bireuen

Tim Penyidik Polres Bireuen berencana memanggil dua saksi ahli untuk diminta keterangan terkait kasus ujaran kebencian dan penghinaan

Editor: bakri
DOK POLRES BIREUEN
Penyidik Polres Bireuen memeriksa Tar alias Midi sebagai tersangka penghinaan Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar di Mapolres setempat, Kamis (22/9/2022). 

BIREUEN – Tim Penyidik Polres Bireuen berencana memanggil dua saksi ahli untuk diminta keterangan terkait kasus ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Ketua DPRK setempat, Rusyidi Mukhtar SSos melalui aplikasi TikTok.

Kedua saksi itu yakni Bahasa Aceh dan Teknologi Informatika (IT).

Kapolres Bireuen, AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK MH melalui Kasat Reskrim, AKP Arief Sukmo Wibowo SIK didampingi anggota Reskrim lainnya kepada Serambi, Senin (26/9/2022), membenarkan pihaknya segera akan meminta keterangan dua saksi.

“Saksi ahli IT terkait dengan aplikasi TikTok dan lainnya.

Sedangkan saksi ahli bahasa Aceh berkenaan dengan bahasa yang digunakan dalam aplikasi tersebut, saat pengucapan ujaran kebencian dalam bahasa Aceh,” tegasnya.

Disebutkan, tim penyidik juga sudah memintai keterangan dari Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar selaku korban atau pihak yang merasa dirugikan dalam ujaran kebencian tersebut.

Sebagaimana diketahui, Ketua DPRK dimintai keterangan pada Jumat (23/9/2022) sore.

“Kini, tersangka dan barang bukti masih ditahan di Mapolres Bireuen untuk menjalani pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.

Baca juga: Tersangka Bikin TikTok Minta Maaf Kasus Penghinaan Ketua DPRK Bireuen

Baca juga: MA India Desak Sharma Minta Maaf Kasus Penghinaan Nabi Muhammad

Kasat Reskrim mengatakan, pemeriksaan terhadap tersangka terus berlanjut sampai selesai dan penyiapan berkas perkara tersebut.

“Belum ada sinyal atau katakanlah kasus itu dihentikan.

Tim penyidik bertugas menyelidiki dan memproses sampai berkasnya diserahkan ke Kejari Bireuen,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang warga Gampong Samuti Aman, Gandapura, Bireuen, berinisial Tar alias Midi (42) ditangkap tim Polres Bireuen sekitar pukul 21.00 WIB, Rabu (21/9/2022) di Kecamatan Simpang Tiga, Pidie.

Pria tersebut diringkus karena diduga melakukan tindak pidana penghinaan/pencemaran nama baik melalui media elektronik TikTok.

Pria tersebut diamankan karena melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved