Kamis, 21 Mei 2026

Internasional

Suriah Telah Temukan 100 Mayat dari Kapal Migran Lebanon Tenggelam di Laut

Suriah telah menemukan 100 mayat dari kapal migran Lebanon yang tenggelam di lepas pantai Suriah pekan lalu.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Sejumlah ambulans bersiap menerima migran yang ditemukan tenggelam di perairan Tartus, Suriah pada Kamis (22/9/2022). 

SERAMBINEWS.COM, DAMASKUS - Suriah telah menemukan 100 mayat dari kapal migran Lebanon yang tenggelam di lepas pantai Suriah pekan lalu.

media pemerintah melaporkan mayat ditemukan di salah satu bangkai kapal paling mematikan baru-baru ini di Mediterania Timur.

Mayat pertama ditemukan pada Kamis (22/9/2022) lalu dan hanya 20 orang yang berhasil diselamatkan dari sebanyak 150 penumpang.

"Jumlah korban tewas dari kapal Lebanon mencapai 100 orang setelah satu mayat ditemukan lagi dari laut," lapor kantor berita resmi Suriah SANA, Selasa (27/9/2022).

Hal itu berdasarkan laporan Kepala Pelabuhan Suriah, Samer Kbrasli.

Semua korban selamat telah dipulangkan dari rumah sakit, ujarnya.

Baca juga: Kapal Imigran Tenggelam di Suriah, 70 Orang Tewas

Hampir tiga tahun krisis ekonomi yang mendalam telah mengubah Lebanon menjadi landasan bagi para migran.

Banyak warganya sendiri bergabung dengan pengungsi Suriah dan Palestina yang putus asa untuk melarikan diri dari kemiskinan yang meningkat melalui pelayaran laut yang berbahaya.

Mereka yang berada di kapal yang berlayar dari kota Tripoli utara Lebanon yang miskin sebagian besar adalah orang Lebanon, Suriah dan Palestina, dan termasuk anak-anak dan orang tua, kata PBB.

Lebanon menampung lebih dari satu juta pengungsi dari perang saudara Suriah.

Lebanon telah terperosok dalam krisis keuangan dan ekonomi yang dicap oleh Bank Dunia sebagai salah satu yang terburuk di zaman modern.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi menggambarkan kapal karam itu sebagai tragedi yang menyayat hati.

Baca juga: 53 Mayat Migran Tenggelam di Lepas Pantai Suriah, Berlayar Dari Lebanon Tujuan Eropa

Sejak tahun 2020, Lebanon telah melihat lonjakan jumlah migran yang mencoba penyeberangan berbahaya dengan kapal penuh sesak untuk mencapai Eropa.

Badan anak-anak PBB, UNICEF mengatakan 10 anak tampaknya di antara mereka yang kehilangan nyawa.

Ditambahkan, tahun-tahun ketidakstabilan politik dan krisis ekonomi di Lebanon telah mendorong banyak anak dan keluarga jatuh ke dalam kemiskinan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved