Breaking News:

Berita Banda Aceh

Bawang Merah dari Pidie dan Pidie Jaya Kuasai Pasar di Aceh, Produksi 30 Ton Per Bulan

Bawang merah dari Pidie dan Pidie Jaya (Pijay), sampai minggu keempat bulan September 2022 ini, masih menguasai pasar bawang merah di Aceh

Penulis: Herianto | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Bawang merah asal Pidie, tetap tersedia di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar sudah berjalan 4 bulan dengan harga Rp 30.000 - Rp 33.000/Kg. 

SERAMBINEWS.COM - Bawang merah dari Pidie dan Pidie Jaya'> Pidie Jaya (Pijay), sampai minggu keempat bulan September 2022 ini, masih menguasai pasar bawang merah di Aceh.

hal ini dibuktikan dengan masih cukup banyaknya stok bawang merah asal Pidie dan Pijay di berbagai pasar tradisionil di Aceh.

Riswan, salah seorang pedagang bawang merah di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, yang dimintai penjelasannya kepada Serambinews.com, Rabu (28/9/2022) mengatakan, sejak bulan Juni sampai akhir September 2022, dirinya masih berjualan bawang merah asal Pidie dan Pijay.

Setiap hari, kata Riswan, dirinya mendapat pasokan dan kiriman bawang merah dari pedagang pengumpul bawang merah di Pidie dan Pijay sekitar 2 – 3 goni, atau sekitar 100 – 150 Kg.

Harga beli sekitar Rp 20.000 – Rp 23.000/Kg, dan harga jual eceran kepada pelanggannya Rp 30.000 – Rp 33.000/Kg.

Ungkapan yang hampir serupa sampaikan Marwan, pedagang bawang merah di Pasar Terpadu Al Mahirah Lamdingin kepada Serambinews.com, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Petani Cabai Merah di Pidie Panen, Harganya Langsung Turun jadi Rp 30.000/Kg, Bawang Merah Stabil 

Marwan mengatakan, sudah empat bulan berjalan, kiriman bawang merah dari Pidie dan Pijay, belum pernah terhenti.

Setiap hari dirinya mendapat kiriman bawang merah dari pedagang pengumpul bawang merah di Pidie dan Pijay sekitar 2 – 4 karung atau sekitar 100 – 200 Kg.

Bawang merah yang diterimanya dari pedagang pengumpul bawang merah di Pidie dan Pijay, dibagi kembali kepada beberapa pedagang untuk di jual eceran.

“Harga jual eceran bawang merah asal Pidie itu kita jual di Pasar Terpadu Al Mahjirah Lamdingin ini, sekitar Rp 30.000 – Rp 33.000/Kg,” ujar Marwan.

Ketua Konsorsium Bawang Merah Pidie, Zakaria A Gani, kepada Serambinews.com mengatakan, kenapa produk hasil panen bawang merah asal Pidie dan Pijay, sudah empat bulan berjalan, belum habis-habis masa panennya.

Hal ini disebabkan, petani bawang merah di Pidie dan Pijay, sejak panen bawang merah  Juni lalu, sampai bulan September ini, telah mengatur masa tanam dan panen bawang merah, setiap bulannya sekitar 1 – 5 hektar.

Bawang merah yang di panen petani bawang merah di Pidie dan Pijay, pada bulan September ini, adalah bawang merah yang ditanam dua bulan lalu, yaitu awal Juli lalu.

Baca juga: Bawang Merah Lokal Warga Kecamatan Pidie Dipasok ke Medan

Panennya terjadi pada akhir September ini, karena masa tanam bawang merah sekitar 60 hari, atau dua bulan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved