Breaking News:

Berita Kutaraja

Teknik Mesin USK Bantu Kelompok Usaha Ikan Kering di Leupung, Serahkan Lemari Pemasaran Ikan Asin

Penyerahan lemari penjualan ikan asin ini dalam rangka pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yaitu Teknologi Perbaikan Mutu Ikan Kering.

Penulis: Saifullah | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Ketua Pelaksana PKM Jurusan Teknik Mesin dan Industry FT-USK, Ahmad Syuhada didampingi dosen, dan mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut menyerahkan lemari pemasaran ikan asin yang diterima oleh Ketua Kelompok Usaha Ikan Kering Kamboja, Leupung, Aceh Besar, Shinta Dewi, Senin (26/9/2022). 

Laporan Saifullah | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Jurusan Teknik Mesin dan Industry Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) pada Senin (26/9/2022), menyerahkan 1 unit lemari pemasaran ikan asin kepada masyarakat penjual ikan kering di Pulot, Leupung, Aceh Besar.

Penyerahan lemari penjualan ikan asin ini dalam rangka pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yaitu Teknologi Perbaikan Mutu Ikan Kering dan  Sistem Pemasaran Online untuk Kelompok Usaha Ikan Kering Kamboja.

Program ini dibiayai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdiaan Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendkbudristek) tahun anggaran 2022.

Sekretaris Jurusan Teknik Mesin dan Industry Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), Ratna Sary mengatakan, lemari pemasaran ikan asin tersebut merupakan hasil program pengabdian yang dipimpin dosen Teknik Mesin, Ahmad Syuhada bersama Ilham Maulana.

Ide pembuatan lemari pemasaran ikan asin itu didasari geografi daerah Aceh yang merupakan daerah perikanan, di mana bermacam jenis ikan banyak ditemukan di laut Aceh.

Namun permasalahan yang selalu di hadapi para nelayan tradisional, terang dia, adalah fluktuasinya hasil tangkapan yang sulit diduga.

“Pada waktu bulan purnama, hasil ikan sangatlah minim yang membuat harga ikan sangat melambung,” urai dia dalam rilis kepada Serambinews.com, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Teknik Mesin USK Rakit Inkubator Portabel, Gandeng BFLF untuk Bantu Masyarakat Kurang Mampu

“Sebaliknya, pada waktu bulan gelap panen ikan sangat melimpah dan menjadi penumpukan ikan di daerah-daerah tertentu sehingga tidak habis terbeli oleh konsumen dan akhirnya membuat harga ikan menjadi sangat rendah dan kurang layak untuk dijual,” lanjutnya.

Mengingat hal tersebut, urai Ayie--sapaan akrab Ratna Sary, teknologi pengolahan ikan pasca panen untuk hasil perikanan dengan cara proses pengawetan sementara perlu dipikirkan.

Suatu kajian bahwa, proses pengeringan merupakan hal yang sesuai untuk proses pengawetan sementara pada hasil perikanan.

Namun demikian, proses produksi dan kualitas ikan kering tersebut sangat dipengaruhi oleh cuaca dan proses penyimpanan paska produksi.

Hal ini disebabkan proses pengeringan yang masih menggunakan metode konvensional dengan metode menjemur.

Ketua Pelaksana PKM Jurusan Teknik Mesin dan Industry FT-USK, Ahmad Syuhada menambahkan, proses menjemur dalam keadaan terbuka menyebabkan hasil olahan terpapar pada serangga seperti lalat sehingga akan mempengaruhi kualitas akhir produk.

Baca juga: Profesor dari Amerika Serikat Isi Kuliah Umum Secara Daring di Prodi Teknik Mesin USK

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved