Berita Bireuen
Abrasi Meluas di Rheum Baroh Bireuen, Kios dan Tambak Terancam Amblas
Abrasi di kawasan Gampong Rheum Baroh, Simpang Mamplam, Bireuen, meluas sejak awal September sampai sekarang.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sejak sebulan terakhir, abrasi pantai di kawasan Gampong Rheum Baroh, Simpang Mamplam, Bireuen meluas, sejumlah kios, tambak udang dan fasilitas lainnya terancam amblas dihantam ombak laut.
Amatan Serambinews.com, Kamis (29/09/2022), sejumlah kios, jambo tempat istirahat para nelayan maupun pengunjung objek wisata sudah terkikis, beberapa tiang sudah terlihat jelas dan menunggu amblas dihantam ombak laut. Beberapa fasilitas lainnya seperti tempat istirahat para nelayan juga terancam.
Beberapa nelayan warga setempat kepada Serambinews.com mengatakan, abrasi meluas sejak awal September sampai sekarang, ombak laut menghantam bibir pantai dan menyebabkan beberapa kios sudah jauh dan akan jatuh apabila tidak ditangani secepat mungkin.
Keuchik Rheum Baroh , Suwardi kepada Serambinews.com mengatakan, hantaman ombak terjadi sejak dua tahun terakhir dan kondisi paling parah mulai awal September.
Hantaman ombak menjadikan bibir pantai digerus menjadi laut sudah puluhan meter panjangnya menjadi laut sepanjang 1 KM lebih dari arah timur atau berbatasan dengan Kuala Tambeu ke barat ke mulut Kuala Lhok Bui abrasinya meluas.
Selain itu, mulut kuala Lhok Bui yang berada di sebelah barat sudah bergeser dan menghantam kebun warga serta tambak udang.
Masalah sangat serius dan ancaman besar bagi warga Rheum Baroh yang umumnya nelayan adalah kondisi mulut kuala Lhok Bui, dimana posisi sudah bergeser dan hantaman ombak laut sudah merusak kebun warga dan juga tambak udang.
Masyarakat khawatir hantaman ombak akan meluas dan air laut masuk ke perkampungan warga dan juga akan rusak berbagai fasilitas umum mulai dari jalan desa, kios dan rumah warga.
“Tinggal beberapa meter lagi dengan ratusan hektar tambak, apabila tidak diantisipasi segera abrasi terus meluas dan rumah warga juga akan rusak,” ujarnya.
Harapan masyarakat kata Suwardi adalah dinas terkait segera melakukan penanganan darurat dan penanganan secara permanen.
Penanganan darurat memasang batu penahan ombak pada titik abrasi, sedangkan penanganan permanen memasang batu penahan ombak sepanjang pantai jaraknya mencapai 1 KM lebih, sehingga hantam ombak laut tertahan.
Selain itu, melakukan pengerukan mulut kuala Lhok Bui dan juga memasang jetty menjorok ke laut sehingga mulut kuala tidak melebar dan juga hantaman ombak laut tertahan pada bangunan jetty.
“Kami sangat mengharapkan dinas terkait baik di Bireuen maupun tingkat provinsi untuk segera melakukan langkah penanganan, tim BPBD Bireuen sudah melihat kondisi abrasi dan juga mulut kuala yang bergeser sehingga abrasi meluas,” ujarnya.(*)
Baca juga: Daftar Khatib Jumat 30 September 2022 di Bireuen
Baca juga: Kremlin Tuduh Negara Asing Serobot Pipa Gas ke Eropa, Jaringan Pipa Alami Kebocoran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/terancam-ambruk-ke-laut.jpg)