Internasional
Australia Minta Junta Militer Myanmar Bebaskan Warga Negaranya
Pemerintah Australia telah berulang kali menuntut pembebasan warganya, Sean Turnell.
SERAMBINEWS.COM, YANGON - Pemerintah Australia telah berulang kali menuntut pembebasan warganya, Sean Turnell.
Tahun lalu, Australia menangguhkan kerjasama pertahanan dengan Myanmar.
Bahkan, mengalihkan bantuan kemanusiaan karena pengambilalihan militer dan penahanan Turnell tanpa alasan.
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen saat mengunjungi Myanmar pada Januari 2022, meminta pembebasan Turnell, seperti dilansir AFP, Kamis (29/9/2022).
Hal itu disampaikan saat menemui pemimpin dewan militer yang berkuasa.
Jenderal Senior Min Aung Hlaing menjawab akan mempertimbangkannya secara positif.
Baca juga: Serangan Udara Junta Militer Myanmar Salah Sasaran, Tewaskan 11 Anak Sekolah
Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Noeleen Heyzer mengatakan telah menyampaikan permintaan khusus dari Australia untuk pembebasan Turnell.
Saat mereka bertemu dengan Min Aung Hlaing pada Agustus 2022.
Pemerintah Myanmar mengatakan sang jenderal menjawab jika pemerintah Australia mengambil langkah positif, maka pihakanya tidak perlu mengambil tindakan tegas.
Menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, sebuah organisasi pemantau hak, 15.683 orang telah ditahan atas tuduhan politik di Myanmar sejak pengambilalihan oleh tentara.
Dimana, sebanyak 12.540 orang di antaranya masih ditahan.
Setidaknya 2.324 warga sipil telah dibunuh oleh pasukan keamanan pada periode yang sama, kata kelompok itu, meskipun jumlahnya diperkirakan jauh lebih tinggi.(*)
Baca juga: Pengadilan Militer Myanmar Menjatuhkan Hukuman Penjara Selama Empat Tahun kepada Aung San Suu Kyi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/2103demonstrasi-di-myanmar1.jpg)