Breaking News:

Internasional

Pemerintah Iran Abaikan Krisis Ekonomi dan Demonstrasi Nasional, Sebut Bukan Masalah Besar

Pemerintah Iran dengan pereekonomian sudah terkena sanksi atas program nuklir berusaha mengecilkan krisis dan demonstrasi nasional.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Para demonstran menghancurkan potret para pemimpin Iran di kota utara Sari, sebagai simbol sentimen anti-rezim. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Pemerintah Iran dengan pereekonomian sudah terkena sanksi atas program nuklir berusaha mengecilkan krisis dan demonstrasi nasional.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian kepada diplomat Barat pada pertemuan PBB mengatakan protes itu bukan masalah besar untuk stabilitas negara ulama.

“Tidak akan ada perubahan rezim di Iran," katanya.

"Jangan mempermainkan emosi rakyat Iran,” jelasnya kepada National Public Radio di New York.

Dia juga menuduh elemen luar telah memicu kekerasan meluas ke seluruh negeri.

Kantor berita Fars mengatakan sekitar 60 orang telah tewas sejak kematian Mahsa Amini.

Baca juga: Iran Tangkap 23 Jurnalis Peliput Bentrokan Pasukan Keamanan Dengan Demonstran

Tetapi kelompok Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di Oslo mengatakan tindakan keras itu telah menewaskan sedikitnya 76 orang.

Tanggapan Iran telah menarik perhatian dari PBB dan kecaman dari seluruh dunia.

Jerman dan Spanyol memanggil duta besar Iran dan AS dan Kanada mengumumkan sanksi baru.

Putra mendiang Shah Iran, dalam sebuah wawancara di dekat Washington dengan AFP pada Rabu (28/9/2022) memuji aksi protes.

Dia mendesak dunia untuk menambah tekanan pada kepemimpinan ulama.

Reza Pahlavi, yang ayahnya digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, mendesak persiapan yang lebih besar untuk sistem Iran masa depan yang sekuler dan demokratis.

Baca juga: Pekerja Minyak Iran Ancam Mogok Kerja, Minta Pemerintah Akhiri Tindakan Keras ke Demonstran

“Ini benar-benar di zaman modern, menurut pendapat saya, revolusi pertama untuk wanita, oleh wanita – dengan dukungan pria, putra, saudara, dan ayah Iran,” kata Pahlavi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved