Breaking News:

Sebelum Jadi Cover Majalah Time, Perempuan Aceh Farwiza Farhan Pernah Kerja Bareng Leonardo DiCaprio

Aktivis lingkungan asal Aceh itu, diketahui pernah terlibat project kerjasama film dokumenter dengan sang aktor Hollywood.

Editor: Nurul Hayati
(instagram.com/leonardodicaprio)
Aktivis lingkungan asal Aceh Farwiza Farhan terlibat projet kerjasama film dokumenter dengan bintang Hollywood Leonardo DiCaprio pada tahun 2016. Salah satu lokasi syuting film bertema lingkungan itu adalah Leuser, Aceh Tenggara. 

Aktivis lingkungan asal Aceh itu, diketahui pernah terlibat project kerjasama film dokumenter dengan sang aktor Hollywood.

SERAMBINEWS.COM - Sebelum menjadi cover Majalah Time 2022, sosok perempuan Aceh Farwiza Farhan ternyata pernah membuat heboh lantaran foto bareng Leonardo DiCaprio.

Aktivis lingkungan asal Aceh itu, diketahui pernah terlibat project kerjasama film dokumenter dengan sang aktor Hollywood.

Tak ayal, foto-foto kebersamaan keduanya yang beredar di media sosial pada tahun 2016 silam itu membuat heboh warganet.

Kini, Majalah TIME baru saja merilis TIME100 Next yang berisi daftar para sosok inspiratif dari berbagai sektor yang berasal dari seluruh dunia.

Tak hanya terdiri daftar CEO terkemuka, TIME100 juga mengangkat sosok inspiratif dari latar belakang lainnya, mulai dari tenaga medis, pejabat pemerintah, hingga pemimpin gerakan.

Kali ini, salah satu sosok perempuan asal Aceh, Indonesia, masuk ke dalam daftar TIME100 Next 2022 kategori Leaders.

Farwiza Farhan, aktivis lingkungan Aceh yang masuk daftar TIMENEXT 2022.
Farwiza Farhan, aktivis lingkungan Aceh yang masuk daftar TIMENEXT 2022. (Kolase Serambinews.com- Time/One Earth)

Baca juga: Bangga, Perempuan Aceh Farwiza Farhan Masuk Daftar Sosok Inspiratif Time 2022, Berikut Kiprahnya

Adalah  Farwiza Farhan, seorang aktivis lingkungan sekaligus konservasionis hutan yang bekerja untuk melindungi, mengkonservasi, dan melestarikan hutan di Kawasan Ekosistem Leuser, Sumatra, Indonesia.

Untuk diketahui, dikutip dari National Geographic, Leuser merupakan tempat terakhir di mana badak, harimau, gajah, dan orangutan masih hidup bebas di alam liar.

 Perempuan yang akrab disapa Wiza itu juga merupakan Chairperson dan Co-Founder Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAkA), sebuah organisasi non-profit yang berjuang untuk meningkatkan tata kelola lahan dan hutan di Aceh, yang berdiri sejak tahun 2012.

Bisa dibilang Wiza merupakan perwakilan suara pemimpin dan organisasi lokal yang tinggal di sekitar Aceh untuk melawan eksploitasi dan ekspansi yang mengancam Ekosistem Leuser.

Untuk melestarikan Leuser, fokus utamanya adalah untuk membuat kebijakan sekaligus advokasi, yang bertujuan untuk meningkatkan akses dan memperdalam keterlibatan perempuan serta komunitas lokal dalam hal pembuatan kebijakan terkait lingkungan.

Melansir The Orangutan Project, Wiza percaya bahwa konservasi yang dilakukannya harus inklusif dan melibatkan komunitas setempat.

Artikel ini telah tayang di Parapuan.co dengan judul: Farwiza Farhan, Sosok Aktivis Lingkungan Asal Aceh yang Masuk TIME100 Next

Baca juga: Aktivis Lingkungan Aceh Farwiza Farhan Jadi Cover Majalah TIME, Berikut Profil dan Kisahnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved