Breaking News:

Berita Banda Aceh

Telaga Art Gelar Panggung Teater Monolog

Telagar art, sebuah lembaga seni yang konsen pada seni pertunjukan dan berdomisili di Banda Aceh, akan menggelar sebuah perhelatan teater monolog

Editor: bakri
Dok panitia
Pementasan monolog 1/3” di Taman Seni dan Budaya Aceh pada Senin (3/10/2022) pukul 20.30 WIB. 

BANDA ACEH - Telaga art, sebuah lembaga seni yang konsen pada seni pertunjukan dan berdomisili di Banda Aceh, akan menggelar sebuah perhelatan teater monolog yang bertajuk ‘panggung monolog 1/3' di Taman Seni dan Budaya Aceh.

Kegiatan ini akan berlangsung Senin tanggal 3 Oktober mendatang sekitar pukul 20.30 WIB.

Zulfajri selaku pimpinan pertunjukan mengatakan, panggung monolog 1/3 merupakan sebuah ajang untuk mengeksplor bakat aktor-aktor yang ada di Aceh.

"Kami percaya Aceh memiliki banyak aktor bebakat yang perlu diberikan ruang untuk mereka menuangkan ekspresi artistiknya," kata dia.

Selain itu, selama ini Aceh tidak kekurangan sutradara-sutradara yang mampu bersaing untuk unjuk gagasan dan konsep garapan yang menarik.

"Namun, keterbatasan ruang dan kesempatan menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan dan perkembangan seni teater di Aceh.

Oleh karena itu Telaga Art berusaha menciptakan ruang bagi mereka untuk unjuk karya," kata T Zulfajri yang akrab disapa Tejo.

Pada perhelatan kali ini, Telaga Art menggandeng Teater Rongsokan dalam mewujudkan pertunjukan tersebut.

Pertunjukan ini akan menampilkan tiga aktor yang masing-masing akan disutradarai oleh tiga sutradara untuk menggarap sebuah naskah yang berjudul ‘Sebelum Sarapan’ karya Eugene O’neill yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Wiwit Anggraini.

Baca juga: Marsha Timothy Bangga Bisa Produksi Teater Musikal

Baca juga: Korban Gedung Teater Mariupol Terus Dievakuasi, 130 Orang Selamat, 1.300 Lainnya Masih Dicari

Satu naskah tersebut akan dipentaskan oleh tiga orang aktor secara terpisah dengan gaya dan bentuk yang bebeda sesuai dengan konsep dari sutradara masing-masing.

"Kita akan menyaksikan perbedaan, keunikan, ketegangan, dan sedikit satir yang akan mengantarkan imajinasi penonton pada pengalaman artistik yang begitu erat hubungannya dengan kehidupan sosial masing-masing," kata Tejo.

Pihaknya mengundang seluruh masyarakat untuk hadir menyaksikan pertunjukan panggung monolog 1/3 ini dan beharap mendapat apresiasi yang baik dari semua kalangan dan seluruh lapisan masyarakat. (dan)

Baca juga: Setelah Sukses di Teater, Kini Novel Kura-Kura Berjanggut Diangkat ke Film

Baca juga: Seniman Teater di Aceh Sangat Mengandalkan Peran Pemerintah untuk Presentasi Karya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved