Breaking News:

Berita Bener Meriah

Terdakwa Polisikan Balik Gakkum KLHK Kasus Perdagangan Kulit Harimau, Kuasa hukum: Penjebakan

Terdakwa kasus perdagangan kulit harimau di Bener Meriah, Iskandar, berencana akan melaporkan balik pihak Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan

Editor: bakri
IST
Terdakwa Iskandar menjalani sidang kasus dugaan perdagangan kulit harimau, di PN Bener Meriah, Senin (26/9/2022). 

BENER MERIAH - Terdakwa kasus perdagangan kulit harimau di Bener Meriah, Iskandar, berencana akan melaporkan balik pihak Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) ke polisi, karena dianggap telah menjebak dan merekayasa kasus.

Kuasa hukum Iskandar, Hamidah SH MH, mengungkapkan, dalam kasus perdagangan kulit harimau, pihaknya melihat banyak terdapat kejanggalan dan rekayasa.

Pihaknya juga melihat adanya ketidakadilan yang dialami kliennya oleh Balai Gakkum KLHK.

Hamidah menyebutkan, klinnya, Iskandar, merupakan orang yang disuruh oleh seseorang yang bernama Aliong, yang ingin membeli kulit harimau.

“Tapi Aliong tidak ditangkap.

Anehnya, dia adalah pihak dari Gakkum KLHK sendiri, menyamar sebagai pembeli,” ungkap Hamidah.

Hamidah menyebutkan, pihak Gakkum KLHK juga mengakui jika pembeli itu adalah undercover dari Gakkum pada proses penangkapan.

“Dalam kasus seperti ini secara hukum tidak dibenarkan, terkecuali kasus narkoba dan korupsi.

Baca juga: Ahmadi Jadi Tersangka, Praperadilan Kasus Kulit Harimau Ditolak

Baca juga: Hakim Periksa Dua Saksi Ahli Dalam Sidang Lanjutan Kasus Kulit Harimau

Jadi penangkapan terhadap klien kami jelas dijebak,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Hamidah mengaku dalam waktu dekat ini akan membuat laporan ke Polres Bener Meriah.

Pihaknya akan melaporkan Gakkum DLHK yang menyamar sebagai pembeli.

“Yang kita lapor itu pihak dari Gakkum DLHK yang menyamar sebagai pembeli.

Besok atau lusa kita akan segera membuat laporan polisi,” terangnya.

Menurut Hamidah, Iskandar tidak layak menanggung atau mempertanggungjawabkan sendiri terhadap proses hukum yang sedang berjalan saat ini.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved