Breaking News:

Internasional

Serangan Milisi Houthi di Kota Terkepung Taiz Menewaskan 15 Anak dan Perempuan

Serangan milisi Houthi di Kota Taiz, Yaman telah menewaskan 15 warga sipil dan 69 lainnya terluka.

Editor: M Nur Pakar
AP
Warga Yaman membawa persediaan bantuan, di sepanjang jalan pegunungan ke kota Taiz yang terkepung. 

SERAMBINEWS.COM, AL-MUKAALLA - Serangan milisi Houthi di Kota Taiz, Yaman telah menewaskan 15 warga sipil dan 69 lainnya terluka.

Kelompok hak asasi internasional mengatakan korban terkena tembakan Houthi dan ranjau darat sejak gencatan senjata yang ditengahi PBB dimulai pada 2 April 2022.

Laporan setebal 30 halaman berjudul "Gencatan Senjata yang Rapuh," dipaparkan oleh organisasi SAM yang berbasis di Jenewa, Swiss.

SAM menyatakan penembak jitu Houthi, serta ribuan ranjau darat dan drone yang dilengkapi bahan peledak ditembakkan ke daerah padat penduduk di Taiz.

Disebutkan, dari 15 warga sipil tewas terdiri dari tujuh anak dan delapan wanita, serta melukai 69 orang, termasuk 28 anak-anak dan delapan wanita.

Dilansir AFP, Jumat (30/9/2022), terdapat 90 pelanggaran gencatan senjata oleh Houthi dalam enam bulan terakhir.

Baca juga: Milisi Houthi Jadikan Perempuan Sebagai Target, Seribuan Wanita Diculik dan Dijebloskan ke Penjara

Mereka telah menargetkan daerah pemukiman dengan senjata berat, mempertahankan blokade kota, dan memobilisasi pasukan di sepanjang pinggiran kota, kata organisasi itu.

Gencatan senjata yang ditengahi PBB, yang akan berakhir minggu depan, telah menghasilkan pengurangan signifikan dalam pertempuran di seluruh negeri.

Dimulainya kembali penerbangan komersial dari bandara Sanaa, dan masuknya lusinan kapal bahan bakar ke pelabuhan Hodeidah.

Penduduk di kota terbesar ketiga Yaman, Taiz, yang telah dikepung Houthi sejak awal 2015, mengeluh gencatan senjata tidak membuat perbedaan dalam hidup mereka.

Dikatakan, Houthi tidak mencabut pengepungan atau menghentikan serangan mereka.

Houthi juga telah menolak beberapa proposal dan gagal menghadiri pertemuan dengan pemerintah Yaman untuk membahas pengaturan pembukaan jalan.

Milisi bersikeras untuk membuka jalan kecil yang tidak beraspal alih-alih rute utama pilihan pemerintah Yaman yang menuju ke dan ke luar kota.

Baca juga: Tim Penjinak Bom Arab Saudi Hancurkan 1.000 Ranjau Houthi di Yaman Selama Sepekan

Penduduk mengatakan penembak jitu Houthi, ranjau darat, dan pengepungan telah memperburuk krisis kemanusiaan kota.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved