Breaking News:

Berita Bireuen

Abrasi Pantai Rheum Baroh Bireuen Makin Parah, Warga Khawatir Hantaman Ombak Terjang Perkampungan

Abrasi pantai kawasan Desa Rheum Baroh, Simpang Mamplam Bireuen semakin parah dalam dua hari terakhir

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Abrasi kawasan pantai Desa Rheum Baroh, Simpang Mamplam, Bireuen semakin parah selama dua malam terakhir, beberapa bangunan warung dan lainnya nyaris ambruk 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Abrasi pantai kawasan Desa Rheum Baroh, Simpang Mamplam Bireuen semakin parah dalam dua hari terakhir.

Hantaman ombak laut sudah meluas dan lokasi dan bangunan pendaratan ikan nyaris ambruk dihantam ombak pasang.

Keuchik Rheum Baroh, Suwardi (50) kepada Serambinews.com, Jumat (30/09/2022) malam menginformasikan, sebagian warga resah karena ombak laut semakin besar dan menghantam pesisir pantai, pondasi bangunan kios dan beberapa fasilitas umum lainnya, abrasi semakin meluas.

“Abrasi semakin meluas dalam dua malam terakhir, warga tidak tidur karena khawatir hantaman ombak laut meluas dan menerjang perkampungan warga,” ujarnya.

Selain itu, mulut Kuala Lhok Bui juga semakin parah, beberapa hari lalu masih berjarak sekitar 10 meter dengan tambak udang maupun kebun warga, sekarang tinggal 8 meter lagi.

Baca juga: Umuslim Bireuen Kirim 63 Atlet Ikut Pomda di Langsa, Ini Cabang Diikuti

Dikhawatirkan, apabila ombak semakin membesar abrasi terus meluas, tambak warga dan juga kebun warga akan amblas menjadi laut.

Ditambahkan, sejak beberapa malam terakhir, perangkat desa bersama Babinsa Simpang Mamplam terus melakukan pemantauan saat air laut pasang, karena khawatir hantaman semakin meluas.

Perangkat desa, para nelayan dan warga mengharapkan tim BPBD Bireuen untuk melihat secara dekat dan melakukan penanganan secara darurat sebelum dilakukan penanganan permanen.

Penanganan darurat dengan memasang batu pemecah ombak pada titik yang sangat dekat dengan mulut kuala dan juga kios-kios warga, bangunan TPI maupun tempat lainnya.

Penanganan secara permanen memasang batu pemecah ombak sepanjang pantai Rheum Baroh panjangnya sekitar  1 Km.

Selain itu membangun jetty di mulut kuala Lhok Bui yang menjorok ke laut sehingga mulut tidak bergeser dan juga menjadi mudah untuk nelayan merapat ke mulut kuala.

Baca juga: Harga Emas Batangan Merangkak Naik, Segini Harga Emas Per Mayam & Per Gram Langsa Sabtu (1/10/2022)

“Kondisi dua malam terakhir semakin khawatir, ombak semakin besar, abrasi terus meluas,” ujarnya.

Amatan Serambinews.com beberapa hari lalu, sejumlah kios, jambo tempat istirahat para nelayan maupun pengunjung objek wisata sudah terkikis, beberapa tiang sudah terlihat jelas dan menunggu amblas dihantam ombak laut.

Beberapa fasilitas lainnya seperti tempat istirahat para nelayan juga terancam. 

“Kami sangat mengharapkan dinas terkait baik di Bireuen maupun tingkat provinsi untuk segera melakukan langkah penanganan, tim BPBD Bireuen sudah melihat kondisi abrasi dan juga mulut kuala yang bergeser sehingga abrasi meluas,” harap Suwardi.(*)

Baca juga: Lesti Kejora Alami KDRT Hingga Dibanting, Bagaimana Nasib Bekas Luka Operasi Sesarnya? Ini Kata Ahli

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved