Breaking News:

129 Orang Tewas Kerusuhan Laga Arema vs Persebaya, Jokowi Perintahkan Kapolri Investigasi Menyeluruh

“Untuk itu saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan.”

Editor: Faisal Zamzami
Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi mengucapkan selamat berpuasa Ramadan 1443 H sekaligus bersyukur tarawih bisa dilakukan berjemaah di Masjid 

SERAMBINEWS.COM – Presiden RI, Joko Widodo ( Jokowi) memerintahkan Kepala Kepolisian Republik Indoneisa (Kapolri) untuk menginvestigasi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Perintah Jokowi tersebut disampaikan dalam konferensi pers berkaitan laporan adanya korban tewas yang mencapai 129 orang dalam kericuhan yang terjadi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya.

“Khusus kepada Kapolri saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini,” ucapnya.

Selain itu, Jokowi memerintahkan kepada Ketua PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 Indonesia.

“Untuk itu saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan.”

Kepada Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur, Jokowi memerintahkan agar memonitor khusus layanan medis bagi korban yang sedang dirawat di rumah sakit.

“Agar mendapatkan layanan terbaik.”

“Saya juga telah perintahkan kepada Menpora, Kapolri, dan Ketua Umum PSSI untuk mengevaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan petandingan sepak bola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraannya,” urainya.

Jokowi menyesalkan terjadinya tragedi ini, dan berharap ini adalah tragedi terakhir sepak bola di tanah air.

“Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini di masa mendatang. Sportivitas, rasa kemanusiaan, dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus terus kita jaga bersama.”

Baca juga: Polisi Tembakkan Gas Air Mata saat Ricuh Arema FC Vs Persebaya, Ternyata Langgar Aturan FIFA

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 129 orang meninggal dunia akibat kericuhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) tersebut.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali, menyebut kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan seusai Arema FC kalah oleh Persebaya tidak boleh dibiarkan dan harus diinvestigasi.

Pernyataan Zainuddin tersebut disampaikan menanggapi kerusuhan yang terjadi di Satdion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) seusai Arema FC kalah oleh Persebaya.

Menurut Zainuddin, berdasarkan informasi yang diterimanya, ada sebagian supoter atau pendukung dari klub yang kalah dan tidak bisa terima kekalahan itu.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved