Breaking News:

Internasional

Aksi Demonstrasi di Iran Telah Tewaskan 92 Orang, Termasuk Kepala Intelijen dan Empat Polisi

Sebanyak 92 orang telah tewas selama aksi demonstrasi nasional memprotes kematian wanita muda Kurdi, Mahsa Amini di tangan polisi moral Iran.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Demonstran membakar ban bekas di jalan di ibukota Teheran untuk memprotes kematian Mahsa Amini di tangan polisi moral Iran, Rabu (21/9/2022). 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Sebanyak 92 orang telah tewas selama aksi demonstrasi nasional memprotes kematian wanita muda Kurdi, Mahsa Amini di tangan polisi moral Iran.

Tindakan keras pasukan Iran selama dua minggu protes terus menjatuhkan korban setiap hari, lapor Hak Asasi Manusia Iran (IHR) yang berbasis di Norwegia pada Minggu (2/10/2022).

“Masyarakat internasional memiliki kewajiban menyelidiki kejahatan ini dan mencegah kejahatan lebih lanjut dilakukan oleh Republik Islam,” kata direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam.

Korban sebelumnya mengatakan 83 orang dipastikan tewas selama aksi protes.

Dilansir AFP, di Kota Zahedan di tenggara Provinsi Sistan-Baluchistan, sebanyak 41 orang tewas oleh pasukan keamanan Iran dalam bentrokan yang meletus pekan lalu, kata LSM IHR.

IHR menuduh pasukan keamanan menindas secara berdarah protes yang meletus setelah shalat Jumat (30/9/2022) di Zahedan.

Baca juga: Iran Terus Tindak Keras Demonstran Anti-Pemerintah, Uni Eropa Siapkan Sanksi Baru

Aksi protes meletus setelah seorang kepala polisi di kota pelabuhan Chabahar, juga di Provinsi Sistan-Baluchistan memperkosa seorang gadis berusia 15 tahun dari minoritas Sunni Baluch.

Dikatakan identitas mereka yang tewas telah dikonfirmasi oleh LSM regional Baluch Activists Campaign (BAC).

Iran mengatakan lima anggota Garda Revolusi tewas di Zahedan dalam apa yang digambarkan media resmi sebagai insiden teroris.

Sementara, Ali Mousavi, kepala intelijen IRGC Sistan dan Balochistan, ditembak selama konfrontasi dengan pengunjuk rasa.

Kantor Berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC melaporkan Mousavi dinyatakan meninggal di sebuah rumah sakit.

Pembunuhan Mousavi diklaim oleh kelompok militan Jaish Al-Adl.

Baca juga: Arab Saudi Kecam Keras Iran, Ancam Keamanan dan Stabilitas Irak

Mereka mengatakan sedangn berjuang untuk kemerdekaan Sistan dan Balochistan dan hak yang lebih besar untuk orang Baloch, yang merupakan kelompok etnis utama di provinsi tersebut.

Rekaman yang muncul dari Zahedan menunjukkan orang-orang membawa pengunjuk rasa yang tewas dan terluka di tengah tembakan senjata berat.

IRNA mengidentifikasi korban tewas bernama Hamidreza Hashemi, seorang kolonel Pengawal Revolusi.

Mohammad Amin Azarshokr, seorang anggota Garda, Mohamad Amin Arefi, seorang Basiji, atau pasukan sukarelawan di IRG dan Saeed Borhan Rigi, juga seorang Basiji.(*)

Baca juga: Putri Mantan Presiden Iran, Faezeh Hashemi Ditangkap, Mendukung Demonstrasi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved